Pengertian Birokrasi, Fungsi, Peran, Karakteristik, dan Tipe
Birokrasi adalah sistem pemerintahan dan pelayanan publik. Didalam birokrasi terdapat fungsi, peran, karakteristik, dan tipe- tipe birokrasi. Birokrasi juga memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi negara dalam mengatur warga negaranya.

Dalam menjalankan roda pemerintahan suatu negara tentulah membutuhkan sebuah sistem. Sistem pemerintahan inilah yang kemudian disebut sebagai birokrasi. Di Indonesia, birokrasi dijalankan oleh penguasa (pimpinan) dan pekerja yang disebut ASN (Aparatur Sipil Negara) yang dulunya bernama PNS (Pegawai Negeri Sipil). Berbeda dari sistem organisasi pada umumnya, sistem dalam birokrasi lebih kuat, bersifat hirarki dengan aturan yang ketat karena menyangkut kepentingan banyak orang.

ASN kenakan seragam korpri
ASN kenakan seragam korpri

Pengertian Birokrasi

Secara etimologis, pengertian birokrasi berasal dari dua kata yakni biro yang berarti meja dan kratein yang berarti pemerintahan. Birokrasi adalah kekuasaan yang dijalankan berdasarkan prinsip – prinsip organisasi dan mengacu pada peraturan perundang – undangan.

Menurut G. Roskin, birokrasi adalah organisasi skala besar yang terstuktur dan rasional dan berfungsi dalam melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh pengambil keputusan. Dalam birokrasi terdapat pelayanan publik kepada masyarakat yang tentunya diharapkan dapat berjalan dengan efektif dan efesien.

Aparatur Sipil Negara
Aparatur Sipil Negara

Fungsi dan Peran Birokrasi

Menurut Michael G. Roskin, ada 4 fungsi dan peran birokrasi :

1. Fungsi Administrasi

- Planning

Birokrasi menjalankan tugasnya untuk merencanakan kegiatan ataupun menetapkan aturan. 

- Organizing

Berkomunikasi dengan anggota- anggota organisasi dalam hal ini pejabat pemerintah untuk menyusun rencana demi mencapai tujuan.

- Coordinating

Mengatur segala aktivitas dalam pemerintahan.

- Reporting

Melaporkan hasil kegiatan selama menjalankan roda pemerintahan. 

- Budgeting

Mengelola keuangan dalam hal ini anggaran negara.

- Staffing

Merekrut, mengembangkan, dan menempatkan pekerja pada posisi pemerintahan yang sesuai.

- Directing

Memberi pengarahan dan bimbingan pada elemen- elemen pemerintahan.

2. Fungsi Pelayanan

Birokrasi adalah pelayan masyarakat. Birokrasi bekerja untuk kepentingan umum demi terciptanya masyarakat yang tertib dan taat terhadap aturan yang sudah ditetapkan.

Birokrasi sebagai pelayan publik
Birokrasi sebagai pelayan publik

3. Fungsi Pengaturan

Birokrasi mengatur masyarakat atau warga negara. Birokrasi harus berfokus pada kepentingan kesejahteraan masyarakat umum bukan untuk kepentingan individu maupun kelompok.

4. Fungsi Pengumpul Informasi

Birokrasi adalah pusat informasi yang bertugas mengumpulkan data, mengelola, dan penyampaikan informasi kembali kepada khalayak umum. Sebagai contoh, birokrasi melakukan sensus, data itu kemudian dikelola dan dikelompokkan. Setelah datanya terkumpul, hasilnya diumumkan kepada masyarakat untuk menjadi acuan dalam melakukan kegiatan atau penetapan kebijakan.

Karakteristik Birokrasi

Menurut Max Weber yang dijuluki sebagai Bapak Birokrasi, membagi karakteristik birokrasi dalam 8 bagian:

1. Susunan Organisasi

Organisasi telah diatur dengan ketat menyerupai piramid di mana kekuasaan tertinggi dipegang oleh pemerintah pusat.

Baca juga : Pengertian Kepemimpinan

2. Pengaturan Bagian

Setiap bagian telah diatur pembagian kerjanya.

3. Staffing

Orang- orang yang bekerja dalam birokrasi adalah yang diangkat (bukan dipilih) oleh penguasa berdasarkan hasil rekruitmen (biasanya diseleksi). Setiap pekerja tersebut memiliki kontrak kerja, wewenang, dan tanggung jawab masing- masing.

4. Budgeting

Orang dalam birokrasi digaji sesuai jabatan atau posisinya.

5. Jenjang Karir

Terdapat jenjang karir dari para pekerja dalam sistem birokrasi.

6. Tempat Kerja

Para pelayan publik ini bekerja pada kantor yang sudah disediakan (bukan dari kantor sendiri).

7. Aturan

Setiap pekerja senantiasa dikontrol oleh atasan dan harus menaati setiap aturan yang telah ditetapkan.

8. Promosi

Ada promosi jabatan dari atasan berdasarkan kinerja dari pekerja.

Birokrasi menuntun kedisiplinan
Birokrasi menuntun kedisiplinan

Sedangkan menurut Blau and Page, karakteristik birokrasi antara lain :

1. Bekerja sesuai arahan atasan
2. Memiliki tugas khusus 
3. Atmosfer dunia kerja terkesan kaku dan sederhana
4. Birokrasi selalu identik dengan formalitas
5. Bersifat hirarkis dimana aturan dan kekuasaan selalu dipegang oleh pejabat puncak (petinggi organisasi)
6. Bersifat rasional 
7. Sentralistik, dalam hal ini pemerintah menjadi pusat dari setiap keputusan
8. Taat dan patuh pada aturan yang sudah ditetapkan
9. Disiplin
10. Sistematis, birokrasi bekerja sesuai alur yang sudah ditetapkan
11. Impersonal atau bersifat umum

Karena besarnya tanggung jawab dan peran organisasi yang harus dijalankan dalam birokrasi, maka tak heran jika atmosfer birokrasi selalu formal dan cenderung kaku.

Tipe Birokrasi Negara

Menurut Siagiaan, tipe birokrasi dibagi menjadi 3 bagian:

1. Birokrasi Terbuka

Sistem pemerintahan yang terbuka untuk umum, hal ini bisa ditemukan pada negara yang demokratis dimana rakyat diberi hak untuk terlibat langsung dalam mengelola negara. Hal ini ditandai dengan adanya rekruitmen pegawai secara terbuka. Ini pun terjadi di Indonesia dimana CPNS selalu dibuka untuk umum sehingga setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari birokrasi.

2. Birokrasi Tertutup

Hanya orang tertentu yang diperbolehkan menjalankan roda pemerintahan. Pergantian jabatan dan perputaran tugas pun tidak diketahui masyarakat luas. Hal ini bisa dijumpai pada negara yang masih menganut sistem otoriter ataupun kerajaan. Sistem jabatan pada birokrasi tertutup pun biasanya berdasarkan senioritas. 

3. Birokrasi Campuran

Sistem birokrasi tipe ini biasanya hanya melakukan rekruitmen secara terbuka untuk posisi tertentu. Biasanya hal ini ditujukan untuk tenaga ahli dalam mengisi jabatan dalam roda pemerintahan. Korea, Turki, dan Thailand di tahun 70-an pernah menganut tipe birokrasi campuran.

Birokrasi di Indonesia

Gambaran birokrasi di Indonesia yang masih terkesan lambat dan rumit
Gambaran birokrasi di Indonesia yang masih terkesan lambat dan rumit

Birokrasi di Indonesia masih terkesan ribet dan menganut tipe birokrasi campuran. Hal ini bisa ditandai dengan terbukanya sistem rekruitmen melalui lowongan CPNS. Di sisi lain, untuk posisi tertentu rekruitmen terbatas untuk kalangan tertentu saja.

Dalam birokrasi terdapat penguasa dan bawahan. Meskipun terdapat istilah pimpinan dalam birokrasi, namun kekuasaan tertinggi tetap dipegang oleh rakyat karena gaji dari para pelaku birokrasi ini berasal dari uang rakyat yang dipungut dari pajak. Untuk itulah setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan birokrasi hendaknya memperhatikan kemaslahatan rakyat. 

Baca Juga