Pengertian Bioskop, Sejarah, Perkembangan, Ragam, dan Aturannya
Bagi Anda yang gemar menonton film pasti sudah tak asing lagi dengan bioskop. Selain layar lebar, menyaksikan film di bioskop juga memberikan keseruan tersendiri. Dari tempat yang nyaman, keriuhan penonton serta suara yang turut mendukung keseruan jalannya cerita film.

Pengertian Bioskop

Pengertian bioskop pada dasarnya merupakan tempat pertunjukan film. Kata bioskop berasal dari Bahasa Belanda “bioscoop” dan Bahasa Yunani “bios” dan skopos yang masing- masing berarti hidup dan melihat. Layar lebar pada bioskop bukanlah layar elektronik sebenarnya seperti TV melainkan pantulan yang berasal dari proyektor.

Bioskop dengan fasilitas mewah
Bioskop dengan fasilitas mewah

Sejarah Bioskop

Bioskop di dunia pertama kali muncul di Paris dari percobaan Lumiere bersaudara. Kala itu mereka menciptakan sebuah alat dari modifikasi kinetoscope. Alat ini sendiri pertama kali diciptakan oleh Thomas Alva Edison. Lalu, pada Desember 1895 Lumiere bersaudara menyewa sebuah ruangan di Boulevard de Capucines Paris untuk dijadikan tempat pertunjukan. Percobaan pertama mereka berhasil menghadirkan puluhan penonton. Tempat ini pula yang menjadi cikal bakal lahirnya bioskop pertama di dunia yang populer dengan nama Grand Café. Adapun film yang ditayangkan perdana waktu itu adalah film singkat yang bercerita tentang pekerja pabrik Lumiere. Pihak lumiere sendiri sudah memberlakukan tarif masuk saat pertama kali membuka pertunjukannya itu.

Keluarga Lumiere pun mematenkan cinematographe ciptaan mereka di tahun yang sama. Lalu tahun 1896 mulai membuka teater di berbagai tempat dan mengirimkan juru kamera untuk mendapatkan video. Di Amerika Serikat yang notabene indsutri perfilmannya berkembang cepat, bioskop pertama kali hadir di tahun 1896. Bioskop pertama di USA berada di Vitascope Hall di New Orleans. Selanjutnya di tahun 1911, studio film Hollywood pertama pun dibuka dimana Charlie Chaplin menjadi film perdana yang diputar pada tahun 1914.

Bioskop di Amerika
Bioskop di Amerika

Di Indonesia, bioskop pertama kali muncul pada tahun 1900 tepatnya di rumah seorang warga negara Belanda yang berlokasi di Jl. Tanah Abang I Jakarta Pusat. Kala itu, penonton sudah dikenakan tarif dengan dua kelas berbeda. Bioskopnya sendiri masih terbuka dan Charlie Chaplin menjadi film perdana yang ditayangkan kala itu. Sekitar tahun 1940-an, mulai muncul bioskop di tanah air seperti Cinema di Krekot, Elite di Pintu Air, Al Hambraa di Sawah Besar,Oost Jawa di Jalan Veteran, Rex di Kramat Bunder, Rialto di Senen dan Tanah Abang serta Orion di Glodok. Bioskop- bioskop ini hanya sebatas studio, belum berkembang menjadi industri seperti saat ini. Di tahun 1951, sebuah bioskop yang bisa menampung 1.700 kemudian dibuka. Bioskop Metropole ini sudah mulai canggih dan menayangkan film yang bersuara. Tempatnya pun sudah berada di dalam gedung.

Baca juga : Pengertian Film - Sejarah, Unsur dan Jenisnya

Salah satu bioskop jadul di Indonesia
Salah satu bioskop jadul di Indonesia

Bioskop di Indonesia terus mengalami perkembangan hingga tahun 1987, konsep teater dalam gedung bioskop mulai dibuka dan dikelola dengan baik. Industri bioskop pun mulai bermunculan. Kala itu yang menjadi pelopornya adalah Studio 21 atau yang kini dikenal dengan nama Cinema XXI. Perusahaan bioskop ini sendiri berdiri pada tahun 1989. 

Ragam Bioskop

Seiring dengan perkembangan teknologi, industri bioskop di Indonesia pun mulai bermunculan. Ada sejumlah perusahaan yang mengelola tempat pemutaran film ini. Diantaranya :

1. Cineplex 21 

cinema XXI bioskop
Bioskop Cinema XXI

Perusahaan bioskop pertama yang hadir di Indonesia adalah Cineplex 21 Grup milik perusahaan PT. Nusantara Sejahtera Raya yang dibuka pada tahun 1989. Grup ini memiliki banyak jenis bioskop yakni Studio 21, IMAX, dan The Premiere XXI. Pembagian ini sendiri sengaja dibuat sesuai dengan target penonton. Jika studio 21 bioskop menggunakan fasilitas layar dan studio yang standar, maka The Premiere XXI menawarkan fasilitas yang lebih mewah seperti kursi yang lebih lebar dan nyaman. Adapun IMAX XXI menawarkan resolusi dan layar yang lebih lebar. Film yang diputar di 21 maupun XXI pun umumnya adalah film populer dari Hollywood maupun film Indonesia. 

2. CVG Blitz

Logo CGV Bioskop
Logo Bioskop CGV

Awal kemunculannya di tahun 2006, bioskop ini populer dengan nama Blitzmegaplex. Pertama kali dibuka di Paris Van Java Bandung. Bioskop yang berada dalam naungan perusahaan PT. Graha Layar Prima ini menawarkan konsep culturplex. Dimana penonton tak hanya sekedar menonton film semata, tapi juga bisa berbagi kreasi dan bertukar pengetahuan tentang budaya. 

Film yang disuguhkan di CVG pun kadang berbeda dengan bioskop pada umumnya. Penonton juga bisa membeli tiket jauh hari sebelum penayangan, bahkan kini bisa dibeli lewat online. Studio CVG kini sudah tersebar ke berbagai kota di Indonesia bahkan hingga ke luar negeri. 

3. Cinemaxx

Cinemaxx
Bioskop Cinemaxx Tipe Gold

Bioskop milik perusahaan Lippo Grup ini dibuka pada tahun 2014. Fitur unggulan dari Cinemaxx antara lain Cinemaxx Gold, Ultra XD, Maxx Games, Cinemaxx Junior, dan Maxx Box. Pilihan film yang disuguhkan pun tak biasa dan sedikit berbeda meskipun beberapa film populer tetap ditayangkan di sini.

4. Platinum Cineplex

Bioskop milik perusahaan Multivision Grup ini tak hanya hadir di Indonesia. Platinum yang dirilis sejak tahun 2012 ini juga sudah hadir di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Laos, Kamboja, Timor Leste dan Vietnam.

5. Independen

Selain daftar bioskop milik perusahaan besar di atas, ada pula beberapa bioskop independen yang hadir di Indonesia. Seperti E-Plaza. Hollywood Cinema, Holiday 88, Denpasar Cineplex, Golden Theater, Rajawali Cinema, dan Borobudur Cineplex.

Jaringan bioskop di Indonesia
Jaringan bioskop di Indonesia

Aturan Dalam Bioskop

1. Larangan Merekam

Beberapa orang belum paham bahwa saat menyaksikan film di bioskop ada sejumlah aturan yang harus ditaati. Salah satunya adalah larangan merekam, menyebarkan ataupun mengambil foto layar dari film yang sedang ditayangkan. Aturan ini sendiri sudah tertuang dalam UU Hak Cipta No. 19 Tahun 2002. Pelanggaran atas UU ini pun bisa terkena sanksi hukuman denda hingga penjara.

2. Larangan Bawa Makanan dari Luar Bioskop

Pengunjung juga dilarang membawa makanan dari luar. Bahkan sebelum masuk ke studio, pihak bioskop akan memeriksa isi tas secara detail. Makanan ataupun minuman yang dibawa dari luar akan ditahan sementara dan dapat diambil kembali saat keluar bioskop.

Baca Juga