Pengertian Bayi Tabung, Faktor Penyebab, Tujuan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan, dan Proses Pembentukannya
Bayi tabung (test tube baby / in vitro fertilization) merupakan bayi yang dihasilkan melalui proses pembuahan sel telur oleh sperma di dalam tabung laboratorium. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian bayi tabung berikut ini.

Setelah menikah, biasanya yang diinginkan oleh pasangan suami-istri adalah kehadiran seorang anak. Tapi sayangnya, ada banyak pasangan suami istri yang justru kesulitan untuk hamil. Untunglah, ada beberapa cara jitu untuk bisa hamil, salah satunya adalah dengan menjalani program bayi tabung. Lantas, apa itu pengertian bayi tabung yang sebenarnya? Langsung saja simak pembahasan lengkap tentang pengertian bayi tabung, faktor penyebab diadakannya bayi tabung, tujuan bayi tabung, faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan bayi tabung, dan proses pembentukan bayi tabung berikut ini.

Pengertian Bayi Tabung

Pengertian Bayi Tabung, Faktor Penyebab, Tujuan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan, dan Proses Pembentukannya
Pengertian Bayi Tabung

Apa yang dimaksud dengan pengertian bayi tabung? Bayi tabung merupakan bayi hasil pembuahan yang berlangsung di dalam tabung. Bayi tabung (test tube baby / in vitro fertilization) juga bisa diartikan sebagai bayi yang dihasilkan melalui proses pembuahan sel telur oleh sperma di dalam tabung laboratorium. Sel telur yang matang diambil dari ovarium si perempuan sesaat sebelum ovulasi melalui alat khusus. Sel telur tersebut kemudian diletakkan di dalam tabung untuk kemudian dikawinkan dengan sel sperma.

Faktor Penyebab Diadakannya Bayi Tabung

Pengertian Bayi Tabung, Faktor Penyebab, Tujuan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan, dan Proses Pembentukannya
Faktor Penyebab Diadakannya Bayi Tabung

Ada beberapa faktor yang menyebabkan pasangan suami istri tidak bisa memiliki anak dan akhirnya memilih program bayi tabung:

1. Faktor hubungan seksual

Faktor hubungan seksual ini antara lain frekuensi yang tidak teratur, adanya gangguan pada fungsi seksual pria, ejakulasi yang bermasalah, gangguan pada fungsi seksual wanita, dan lain sebagainya.

2. Faktor infeksi

Faktor infeksi di sini bisa berupa infeksi pada sistem seksual dan reproduksi pria ataupun wanita. Contohnya seperti infeksi rahim, dan lain-lain.

3. Faktor hormon

Faktor hormon merupakan gangguan fungsi hormon pada pria atau wanita sehingga pembentukan sel sperma dan sel telur terganggu.

4. Faktor fisik

Faktor fisik bisa berupa benturan atau tekanan pada alat vital sehingga terjadi gangguan pada proses produksi sel sperma.

5. Faktor psikis

Faktor psikis seperti stres berat juga bisa mengganggu proses pembentukan sel sperma dan sel telur.

Untuk menghindari terjadinya gangguan kesuburan pada pria atau wanita, maka faktor penyebab tersebut sebaiknya dihindari. Jika gangguan kesuburan telah terjadi, segera lakukan pemeriksaan agar bisa melakukan langkah-langkah pengobatan terbaik.

Tujuan Bayi Tabung

Pengertian Bayi Tabung, Faktor Penyebab, Tujuan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan, dan Proses Pembentukannya
Tujuan Bayi Tabung

Pada dasarnya, program bayi tabung memiliki tujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak mungkin memiliki keturunan karena berbagai alasan, seperti tuba falopi istrinya yang mengalami kerusakan secara permanen, pasangan suami istri yang memiliki penyakit atau kelainan lain yang mengakibatkan tak bisa memperoleh keturunan, dan lain sebagainya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan Bayi Tabung

Pengertian Bayi Tabung, Faktor Penyebab, Tujuan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan, dan Proses Pembentukannya
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan Bayi Tabung

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesuksesan bayi tabung antara lain usia, diagnosis infertilitas, dan riwayat obsterik reproduksi sebelumnya. Usia wanita merupakan faktor utama yang mempengaruhi kesuksesan bayi tabung. Angka kesuksesan mengalami penurunan pada wanita berusia di atas 40 tahun bila dibandingkan dengan wanita yang berusia lebih muda. Pada tahun 2005, angka keberhasilan bayi tabung yang menghasilkan kelahiran bayi hidup bila dikaitkan dengan usia ibu adalah < 35 tahun (37%), 35-37 tahun (29%), 38-40 tahun (20%), 41-42 tahun (11%), dan > 42 tahun (4%). Hal ini terjadi karena respon ovarium terhadap stimulasi hormon gonadotropin menurun sehingga telur yang dihasilkan untuk melakukan bayi tabung juga menurun dan angka implantasi per embrio juga menurun akibat kualitas telur yang kurang baik. Terlebih, resiko keguguran lebih tinggi pada wanita yang usianya lebih tua.

Baca Juga: Pengertian Pemerintah Daerah, Ciri, Syarat, Asas, Tugas dan Kewenangan, Serta Hak dan Kewajibannya.

Proses Pembentukan Bayi Tabung

Pengertian Bayi Tabung, Faktor Penyebab, Tujuan, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan, dan Proses Pembentukannya
Proses Pembentukan Bayi Tabung

Tidak mudah untuk melakukan program bayi tabung. Ada sejumlah tahap yang harus dilewati, antara lain sebagai berikut:

1. Dokter akan melakukan seleksi pada pasien terlebih dahulu, apakah masih bisa mengikuti program bayi tabung atau tidak. Jika bisa, barulah pasien bisa masuk dan mengikuti program bayi tabung.

2. Istri akan diberikan obat pemicu ovulasi. Obat tersebut berfungsi untuk merangsang indung telur agar mengeluarkan sel telur yang diberikan setiap hari sejak permulaan haid dan baru dihentikan setelah sel telurnya diperkirakan matang.

3. Dilakukan stimulasi dengan merangsang indung telur si calon ibu untuk memastikan banyaknya sel telur. Secara alami, sel telur sebenarnya hanya satu. Akan tetapi, untuk bayi tabung, perlu jumlah sel telur lebih dari satu dengan tujuan untuk mendapatkan embrio. Sel-sel telur dipantau setiap hari dengan melakukan pemeriksaan darah dan pemeriksaan USG. Dalam program bayi tabung, dokter akan mengumpulkan sel telur sebanyak mungkin dan melakukan seleksi untuk memilih sel telur terbaik. Kemudian, disuntikkan hormon untuk menambah jumlah produksi sel telur.

4. Pemantauan pertumbuhan folikel berupa cairan berisi sel telur di indung telur dengan menggunakan alat USG. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui apakah sel telur sudah matang atau belum.

5. Menyuntikkan obat untuk mematangkan sel telur yang belum matang.

6. Dokter atau tenaga medis melakukan proses pengambilan sel telur untuk diproses di lab.

7. Pengambilan sperma dari suami pada hari yang sama.

8. Sel telur dikawinkan dengan sel sperma di dalam tabung kemudian dibiarkan dalam lemari pengeram. Pemantauan dilakukan 18-20 jam kemudian dan diharapkan terjadi pembuahan sel untuk menghasilkan embrio.

9. Embrio kemudian diimplantasikan ke dalam rahim istri sambil menunggu terjadinya kehamilan.

10. Jika dua minggu kemudian tidak terjadi menstruasi, dilakukan pemeriksaan air kemih untuk mengecek ada atau tidaknya kehamilan.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian bayi tabung, faktor penyebab diadakannya bayi tabung, tujuan bayi tabung, faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan bayi tabung, dan proses pembentukan bayi tabung yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai bayi tabung.

Loading...

Baca Juga