Pengertian BUMN, Ciri, Fungsi, Manfaat, dan Bentuknya
BUMN merupakan perusahaan negara yang menawarkan barang dan jasa kepada publik dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendapatkan keuntungan. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian BUMN berikut ini.

Ada beberapa jenis badan usaha. Salah satunya adalah BUMN atau singkatan dari Badan Usaha Milik Negara. Badan usaha yang satu ini berbeda dengan BUMS karena seluruh atau sebagian besar modalnya berasal dari negara. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian BUMN, ciri-ciri BUMN, fungsi BUMN, manfaat BUMN, dan bentuk-bentuk BUMN berikut ini.

Pengertian BUMN

Pengertian BUMN, Ciri, Fungsi, Manfaat, dan Bentuknya
Pengertian BUMN

Secara umum, BUMN diartikan sebagai perusahaan negara yang menawarkan barang dan jasa kepada publik dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendapatkan keuntungan. Berikut ini adalah pengertian BUMN menurut para ahli:

1. Menurut Undang-Undang No. 19 Tahun 2003

Pengertian BUMN menurut Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang bersumber dari kekayaan negara yang dipisahkan.

2. Menurut Wikipedia

Pengertian BUMN menurut Wikipedia adalah salah satu bentuk usaha atau perusahaan yang dimiliki oleh negara.

3. Menurut UUKN Pasal 1

Pengertian BUMN menurut UUKN pasal 1 adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh pemerintah pusat.

Ciri-Ciri BUMN

Pengertian BUMN, Ciri, Fungsi, Manfaat, dan Bentuknya
Ciri-Ciri BUMN

Adapun ciri-ciri BUMN adalah sebagai berikut:

1. Seluruh atau sebagian besar modalnya berasal dari negara.

2. Menambah pemasukan negara.

3. Pemerintah berhak atas seluruh kekayaan dan usaha BUMN.

4. Pemerintah memegang kedudukan sebagai pemegang saham dalam permodalan BUMN.

5. Pengawasan BUMN dilakukan oleh alat pelengkap negara yang berwenang.

6. Pemerintah berwenang dan berkuasa dalam mengatur kebijakan perusahaan.

7. BUMN bisa mengumpulkan dana dari pihak lain, entah itu dari bank ataupun non-bank.

8. Sebagai stabilisator perekonomian dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Fungsi BUMN

Pengertian BUMN, Ciri, Fungsi, Manfaat, dan Bentuknya
Fungsi BUMN

Berikut ini adalah fungsi BUMN dalam perekonomian Indonesia:

1. Sebagai penyedia produk barang dan jasa yang tak disediakan oleh perusahaan swasta.

2. Sebagai alat yang membantu pemerintah dalam menata kebijakan ekonomi.

3. Sebagai pengelola cabang-cabang produksi sumber daya alam untuk masyarakat.

4. Menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

5. Menambah lapangan kerja

6. Sebagai pelopor sektor usaha tertentu yang belum diminati pihak swasta.

7. Menghasilkan devisa negara.

8. Membantu mengembangkan usaha kecil koperasi.

9. Mendorong kegiatan masyarakat di berbagai lapangan usaha.

Manfaat BUMN

Pengertian BUMN, Ciri, Fungsi, Manfaat, dan Bentuknya
Manfaat BUMN

Selain fungsi-fungsi di atas, BUMN juga memiliki sejumlah manfaat, antara lain:

1. Mempermudah masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan hidup berupa barang dan jasa.

2. Membuka dan memperluas lapangan kerja yang tentunya sangat penting bagi para pencari kerja.

3. Mencegah terjadinya praktik monopoli oleh pihak swasta dalam pemenuhan kebutuhan barang dan jasa.

4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas komoditi eskpor, baik itu migas ataupun non-migas. Hal ini akan menambah devisa negara.

5. Mengisi kas negara dengan tujuan untuk memajukan dan mengembangkan kondisi perekonomian negara.

Baca Juga: Pengertian Negara Maju, Ciri, Klasifikasi, dan Contohnya.

Bentuk-Bentuk BUMN

Pengertian BUMN, Ciri, Fungsi, Manfaat, dan Bentuknya
Bentuk-Bentuk BUMN

Berdasarkan UU No. 19 Tahun 2003, BUMN memiliki beberapa bentuk sebagai berikut:

1. Persero

Persero merupakan badan usaha berbentuk perseroan terbatas, di mana modalnya terbagi dalam saham yang seluruhnya atau minimal 51% sahamnya menjadi milik Negara. Tujuan Persero adalah untuk menyediakan barang dan jasa yang berkualitas tinggi, serta memperoleh keuntungan untuk meningkatkan nilai badan usaha. Ada banyak contoh Persero, seperti PT Pertamina, PT Telekomunikasi Indonesia, PT Jamsostek, PT Garuda Indonesia, PT Kereta Api Indonesia, dan lain sebagainya.

Adapun ciri-ciri Persero adalah sebagai berikut:

a. Pendirian Persero harus diajukan menteri kepada presiden.

b. Pelaksanaan pendirian Persero dilakukan oleh menteri berdasarkan aturan perundang-undangan.

c. Modalnya berbentuk saham.

d. Status perseroan terbatas diatur berdasarkan perundang-undangan.

e. Sebagian atau seluruh modal berasal dari milik negara dari kekayaan negara yang dipisahkan.

f. Tak memperoleh fasilitas negara.

g. Pegawai Persero berstatus pegawai negeri.

h. Pemimpin Persero berupa direksi.

i. Organ Persero berupa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), direksi, dan komisaris.

j. Hubungan usaha diatur dalam hukum perdata.

k. Tujuan utama pendirian Persero adalah untuk meraup keuntungan.

2. Perusahaan Umum (Perum)

Perum merupakan bentuk BUMN yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara (modalnya tidak terbagi dalam bentuk saham). Maksud dan tujuan pendirian Perum adalah melakukan penyertaan modal dalam kegiatan usaha yang lain. Dengan kata lain, Perum menyediakan barang dan jasa yang berkualitas dengan harga terjangkau sesuai dengan prinsip pengelolaan badan usaha yang sehat. Contoh Perum antara lain Perum Damri, Perum Perumnas, Perum Perumri, Perum Balai Pustaka, Perum Percetakan Uang Republik Indonesia, Perum Pegadaian, Perum Bulog, dan lain-lain.

Sedangkan ciri-ciri Perum adalah sebagai berikut:

a. Melayani kepentingan umum.

b. Pemimpinnya adalah direksi atau direktur.

c. Pekerjanya adalah pegawai perusahaan dari pihak swasta.

d. Modalnya bersumber dari pemerintah yang terpisah dari kekayaan negara.

e. Modalnya bisa berupa saham atau obligasi bagi perusahaan go-public.

f. Menambah jumlah kas negara.

3. Perusahaan Jawatan (Perjan)

Perusahaan jawatan merupakan bentuk BUMN yang modalnya berasal dari negara. Saat ini, hanya ada TVRI, satu-satunya Perjan yang dimiliki negara. Besarnya modal Perjan diatur melalui APBN. Ciri-ciri Perjan antara lain sebagai berikut:

a. Memberi pelayanan kepada masyarakat.

b. Merupakan bagian dari sebuah departemen pemerintah.

c. Dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab secara langsung kepada menteri atau dirjen departemen yang bersangkutan.

d. Karyawannya berstatus sebagai pegawai negeri.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian BUMN, ciri-ciri BUMN, fungsi BUMN, manfaat BUMN, dan bentuk-bentuk BUMN yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai BUMN.

Baca Juga