Pengertian Atmosfer, Lapisan, Komposisi, dan Manfaatnya
Atmosfer merupakan lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, mulai dari permukaan planet tersebut hingga jauh di luar angkasa. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian atmosfer berikut ini.

Kita sering mendengar atau mengatakan istilah atmosfer. Tapi mungkin masih ada sebagian orang yang belum paham apa itu pengertian atmosfer yang sebenarnya. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian atmosfer, lapisan atmosfer, komposisi atmosfer, dan manfaat atmosfer berikut ini.

Pengertian Atmosfer

Pengertian Atmosfer, Lapisan, Komposisi, dan Manfaatnya
Pengertian Atmosfer

Apa yang dimaksud dengan pengertian atmosfer? Secara umum, atmosfer diartikan sebagai lapisan udara yang mengelilingi bumi, terdiri atas campuran gas yang memungkinkan adanya kehidupan, serta melindungi bumi dari radiasi dan benturan meteor. Atmosfer melapisi bumi dari ketinggian 0 km hingga sekitar 800 km di atas permukaan bumi. Berikut ini adalah pengertian atmosfer menurut para ahli:

1. Menurut Wikipedia

Pengertian atmosfer menurut Wikipedia adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, mulai dari permukaan planet tersebut hingga jauh di luar angkasa. Atmosfer tersusun dari sejumlah lapisan, yang dinamakan sesuai dengan fenomena yang terjadi pada lapisan tersebut.

2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pengertian atmosfer menurut KBBI adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi hingga ketinggian 300 km. Atmosfer terdiri atas campuran sejumlah gas, seperti nitrogen, oksigen, argon, dan gas-gas lainnya.

3. Menurut ahli geografi

Pengertian atmosfer menurut ahli geografi adalah lapisa udara atau selimut gas yang menyelubungi planet, termasuk planet bumi.

Baca Juga: Pengertian Jurnalistik, Sejarah, Produk Utama, Aktivitas, dan Jenisnya.

Lapisan Atmosfer

Pengertian Atmosfer, Lapisan, Komposisi, dan Manfaatnya
Lapisan Atmosfer

Atmosfer terdiri dari beberapa lapisan, antara lain sebagai berikut:

1. Lapisan Troposfer (0-12 km)

Lapisan troposfer adalah lapisan terendah yang mempunyai campuran gas paling ideal dalam hal mendukung kehidupan di planet bumi. Lapisan ini juga termasuk lapisan paling tipis, karena tebalnya hanya 8 km di daerah kutub dan 18 km di daerah khatulistiwa. Pada lapisan ini, terjadi banyak fenomena geografi, seperti hujan, awan, angin, badai, dan lain sebagainya. Seperti yang kita ketahui, semakin jauh jaraknya dari bumi, maka suhu akan semakin dingin. Nah, setiap kenaikan 100 meter pada lapisan troposfer, suhunya akan berkurang sekitar 0, 61 derajat celcius.

Troposfer dibagi lagi ke dalam beberapa lapisan, yaitu:

a. Lapisan Planetair (0-1 km).

b. Lapisan Konveksi (1-8km).

c. Lapisan Tropopause (8-12 km). Lapisan ini merupakan lapisan yang membatasi troposfer dengan stratosfer.

2. Lapisan Stratosfer (12-60 km)

Lapisan stratosfer merupakan lapisan tempat terbangnya pesawat di udara. Suhu pada lapisan bawah stratosfer cenderung stabil dan sangat dingin, berkisar 57 derajat celcius. Pada lapisan ini, anginnya lumayan kencang dan bergerak mengikuti pola tertentu. Pada bagian tengah hingga atas stratosfer, cuacanya akan bertambah panas karena bertambahnya ketinggian. Hal ini terjadi karena lapisan dengan konsentrasi ozon bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi dari sinar ultraviolet matahari sehingga suhunya bisa mencapai 18 derajat celcius pada ketinggian 40 km.

3. Lapisan Mesosfer (60-80 km)

Lapisan mesosfer adalah lapisan ketiga atmosfer, di mana suhunya akan turun seiring bertambahnya ketinggian. Pada ketinggian 80 km di atas permukaan bumi, suhunya mencapai 143 derajat celcius. Setiap penambahan ketinggian 100 meter, suhunya berkurang sekitar 0,4 derajat celcius. Ada lapisan pembatas antara lapisan mesosfer dengan termosfer yang disebut dengan istilah menopause, suhunya berkisar 100 derajat celcius.

4. Lapisan Termosfer (80-100 km)

Pengertian Atmosfer, Lapisan, Komposisi, dan Manfaatnya
Lapisan Termosfer

Lapisan ini disebut lapisan termosfer karena mengalami kenaikan suhu yang cukup drastis, di mana suhunya bisa mencapai 1500 derajat celcius! Hal ini terjadi karena lapisan termosfer merupakan pusat penyerapan radiasi sinar ultraviolet. Walau temperaturnya cukup tinggi, massa jenis udaranya terlampau rendah untuk menghantarkan panas ke benda-benda yang ada di dekatnya. Tak heran bila kegiatan astronot dan ISS masih bisa berlangsung pada lapisan ini. Pada lapisan ini, juga terjadi sebuah fenomena yang disebut-sebut paling menarik dalam ilmu geografi, yaitu aurora.

5. Lapisan Ionosfer (100-800 km)

Lapisan ionosfer adalah lapisan yang terbentuk akibat adanya reaksi kimia pada lapisan termosfer sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang bisa memantulkan gelombang radio. Sebelum digunakan satelit, lapisan ionosfer sangat berguna untuk memancarkan gelombang radio. Lapisan ini melindungi bumi dari meteor karena bisa membakar dan menguraikan meteor. Seluruh atom udara juga mengalami ionisasi pada lapisan ini.

Lapisan ionosfer bisa dibagi lagi menjadi tiga lapisan, yaitu:

a. Lapisan Kennelly Heavyside atau dikenal dengan sebutan lapisan E (100-200 km).

b. Lapisan Appleton atau dikenal dengan sebutan lapisan F (200-400 km).

c. Lapisan Atom (400-800 km).

6. Lapisan Eksosfer (800-3260 km)

Lapisan eksosfer adalah lapisan paling luar yang menjadi tempat terjadinya sejumlah interaksi antara gas di luar angkasa. Pada lapisan ini, kekuatan gravitasi bumi rendah karena jaraknya yang cukup jauh. Karena itulah, gaya berat tak terlalu berpengaruh pada lapisan ini. Pada lapisan ini, ada refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Pantulan ini dinamakan dengan cahaya Zodiakal.

Komposisi Atmosfer

Pengertian Atmosfer, Lapisan, Komposisi, dan Manfaatnya
Komposisi Atmosfer

Sebagian besar atmosfer bumi terdiri dari nitrogen (78,08%), oksigen (20,95%), argon (0,9%), air (7%), ozon (0-0,01%), serta karbon dioksida (0,01-0,1%). Atmosfer memiliki fungsi untuk menyerap sinar matahari. Sekitar 34% dari panas matahari dipantulkan kembali ke luar angkasa, kemudian sekitar 19% diserap oleh atmosfer dan awan, sehingga hanya sekitar 47% sinar matahari yang mencapai permukaan bumi. Yang memegang peran utama untuk menyerap sinar matahari adalah lapisan ozon.

Baca Juga: Pengertian Litosfer, Fungsi, Pembagian, Komposisi, dan Macam-Macam Batuan Penyusunnya.

Manfaat Atmosfer

Pengertian Atmosfer, Lapisan, Komposisi, dan Manfaatnya
Manfaat Atmosfer

Berikut ini adalah manfaat yang dimiliki atmosfer:

1. Melindungi bumi dari berbagai jenis benda luar angkasa yang bisa saja jatuh ke bumi sebagai akibat terkena gaya gravitasi bumi.

2. Melindungi bumi dari paparan radiasi sinar ultraviolet yang sangat membahayakan kehidupan organisme yang ada di bumi dengan lapisan ozon.

3. Mengandung berbagai jenis gas yang sangat dibutuhkan manusia, hewan, dan tumbuhan untuk bernafas dan juga kebutuhan lain. Contohnya seperti oksigen, karbon dioksida, nitrogen, dan lain-lain.

4. Sebagai media cuaca yang bisa mempengaruhi angin, hujan, awan, badai, salju, topan, dan lain-lain.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian atmosfer, lapisan atmosfer, komposisi atmosfer, dan manfaat atmosfer yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai atmosfer.

Baca Juga