Pengertian Animisme, Ciri Khas, Asal Usul, dan Bentuknya
Animisme merupakan kepercayaan terhadap makhluk spiritual atau roh. Biasanya animisme ini dianut oleh masyarakat yang masih primitif. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian animisme berikut ini.

Di dunia ini, ada banyak sekali aliran kepercayaan selain agama. Salah satunya adalah aliran animisme. Aliran ini merupakan aliran kepercayaan dan pemujaan terhadap roh. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian animisme, ciri khas, asal usul, dan bentuk animisme berikut ini.

Pengertian Animisme

Pengertian Animisme, Ciri Khas, Asal Usul, dan Bentuknya
Pengertian Animisme

Kata animisme sebenarnya berasal dari berbagai bahasa, seperti bahasa latin "animus", bahasa yunani "anepos", bahasa sansekerta "prana", dan lain sebagainya. Kendati demikian, semuanya memiliki arti yang sama berupa napas atau jiwa. Karena itulah, pengertian animisme secara umum adalah ajaran tentang realitas jiwa.

Animisme termasuk aliran kepercayaan yang memiliki banyak pengertian jika dilihat dari berbagai jenis sudut pandang. Pengertian animisme dari segi psikologi adalah pandangan bahwa pikiran atau jiwa termasuk elemen imaterial yang bekerjasama dengan otak dan sistem saraf yang ada dalam tubuh manusia. 

Namun jika dilihat dari segi filsafat, animisme merupakan paham yang memposisikan asal mula kehidupan mental dan fisik dalam suatu energi yang lepas. Biasanya animisme ini dianut oleh masyarakat yang masih primitif. Mereka percaya kalau manusia, hewan, tumbuhan, dan juga benda itu memiliki roh. Masing-masing roh memiliki kekuatan dan kehendaknya tersendiri. 

Kalau roh sedang marah, mereka bisa membahayakan kehidupan manusia. Tapi jika roh sedang gembira, mereka akan menguntungkan kehidupan manusia. Sedangkan pengertian animisme dari segi agama adalah kepercayaan terhadap makhluk spiritual yang berkaitan erat dengan tubuh atau jasad. 

Ciri Khas Animisme

Pengertian Animisme, Ciri Khas, Asal Usul, dan Bentuknya
Ciri Khas Animisme

Animisme memiliki ciri khas yang membedakannya dengan aliran kepercayaan lain, yaitu menganut kepercayaan tentang roh dan daya gaib yang bersifat aktif. Dengan kata lain, animisme mengajarkan kalau roh orang yang sudah meninggal akan tetap hidup dan menjadi sakti seperti seorang dewa. Roh ini bisa aktif dalam hal membantu atau mencelakakan umat manusia. Karena itulah, dilakukan sejumlah ritual atau upacara peringatan untuk memuja roh atau kekuatan gaib tersebut sehingga mereka tidak menganggu umat manusia.

Asal Usul Animisme

Pengertian Animisme, Ciri Khas, Asal Usul, dan Bentuknya
Asal Usul Animisme

Animisme merupakan aliran kepercayaan yang diyakini berasal dari masyarakat primitif yang hidup di era pra-sejarah. Saat itu, ajaran agama belum masuk dalam kehidupan manusia. Karena itulah, masyarakat menyembah roh-roh nenek moyang. Mereka menganggap kalau roh nenek moyang memiliki kekuatan untuk membantu atau menghancurkan kehidupan manusia.

Kepercayaan terhadap roh ini terus berkembang pada zaman pra sejarah. Hal ini diketahui dari banyaknya upacara penghormatan kepada roh, serta adanya proses penguburan dan pemberian sesajen kepada roh nenek moyang mereka. Sebenarnya aliran kepercayaan ini bisa lahir karena cara berpikir masyarakat yang masih sangat sederhana. Mereka berpikir kalau ada kekuatan lain yang mampu memberikan rasa aman dan perlindungan kepada umat manusia.

Baca Juga: Pengertian Kelas Maya, Tujuan, Manfaat, Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya.

Bentuk-Bentuk Animisme

Pengertian Animisme, Ciri Khas, Asal Usul, dan Bentuknya
Bentuk-Bentuk Animisme

Penganut animisme percaya kalau roh tidak hanya berada pada makhluk hidup, tetapi juga berada pada benda mati seperti batu-batuan, pohon besar, tombak, dan lain sebagainya. Karena itulah, mereka melakukan pemujaan dan pemberian sesajen kepada tempat atau benda keramat yang sekiranya dihuni oleh roh. Ada yang memuja agar roh itu tidak marah, lalu ada juga yang memuja roh demi membalas kebaikan.

Untuk memuja roh agar roh tersebut tidak marah, biasanya dilakukan ritual dengan dipimpin oleh beberapa pendeta. Terkadang mereka sampai memberikan sesajen berupa kepala hewan atau kepala manusia, yang dilempar ke dalam gunung ketika terjadi peristiwa gunung meletus. Sebab, mereka mengira jika terjadi bencana alam, itu artinya roh alam sedang marah atau mengamuk.

Berikut ini adalah beberapa bentuk animisme yang perlu kamu ketahui:

1. Roh leluhur dianggap sebagai dewa

Penganut animisme menganggap roh leluhur sebagai dewa yang patut untuk dimuliakan. Karena itulah, penganut animisme melakukan pemujaan kepada roh leluhur.

2. Adanya tingkatan pemujaan yang berbeda terhadap leluhur

Penganut animisme meyakini kalau tidak semua leluhur memiliki tingkatan yang sama. Pasti ada salah satu di antara mereka yang paling berkuasa. Karena itulah, penganut animisme cenderung memuja leluhur tertentu yang dianggap paling berkuasa.

3. Memberikan sesajian kepada leluhur

Selain memuja, penganut animisme juga memberikan sesajian untuk membuat roh nenek moyang menjadi senang. Mereka berharap roh nenek moyang bisa melindungi mereka dari penyakit atau wabah, serta membantu mereka agar mendapat hasil panen yang berlimpah. Terkadang, ada juga penganut animisme yang berusaha memanggil roh leluhur agar roh tersebut mau membantu kesulitan atau masalah yang sedang dihadapi oleh para penganutnya.

4. Bentuk kultus sesembahan berbentuk komunal

Pada bentuk animisme ini, biasanya roh yang disembah adalah anggota keluarga atau anggota suku yang telah meninggal dunia.

5. Kepercayaan dan pemujaan terhadap alam

Penganut animisme tak hanya memuja roh leluhur. Sebagian dari mereka ada juga yang memuja benda-benda alam. Contohnya seperti memuja api, matahari, bintang, dan lain sebagainya.

6. Kepercayaan dan pemujaan terhadap benda

Orang yang menganut bentuk animisme ini percaya kalau menggunakan benda keramat akan menghindarkan mereka dari malapetaka. Contoh benda keramat seperti batu akik, jimat besi, dan lain sebagainya.

7. Kepercayaan dan penyembahan kepada binatang

Pengertian Animisme, Ciri Khas, Asal Usul, dan Bentuknya
Kepercayaan dan penyembahan kepada binatang

Binatang juga menjadi objek pemujaan bagi penganut animisme karena dianggap bisa memberi manfaat dan keselamatan bagi masyarakat setempat. Contohnya seperti sapi di Bali, lembu di Mesir, ular di India, dan lain sebagainya.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian, ciri khas, asal usul, dan bentuk animisme yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai pengertian animisme.

Baca Juga