Pengertian Anggaran, Tujuan, Manfaat, Jenis, Prinsip dan Penyusunan
Dalam menyusun sebuah rencana tentu harus disertai dengan rincian dana yang akan digunakan. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi pemborosan dalam penggunaan dana. Penganggaran juga bisa menjadi tolak ukur keberhasilan sebuah organisasi, apakah dapat menggunakan dana dengan baik, mencapai surplus atau justru defisit.

Pengertian Anggaran

Anggaran adalah bilangan dana yang disusun dalam program rencana kerja untuk membiayai keseluruhan program dan kegiatan dalam sebuah rumah tangga atau organisasi dalam periode tertentu.

Poin dari pengertian anggaran :

- Perencanaan
- Perkiraan Jumlah
- Penyesuain Rencana Kerja
- Memiliki Tenggang Waktu

Bahkan rumah tangga dalam keluarga pun harus membuat anggaran belanja
Bahkan rumah tangga dalam keluarga pun harus membuat anggaran belanja

Tujuan Penyusunan Anggaran

1. Menjadi harapan dari sebuah organisasi

Dengan adanya penganggaran, maka sumber daya dalam organisasi memiliki harapan untuk menjalankan program kerja yang telah disusun oleh organisasi. Ibarat sebuah kendaraan, anggaran adalah bakan bakar untuk menghidupkan kendaraan tersebut agar bisa melaju mencapai tujuan.

2. Menjadi tolak ukur

Saat menyusun anggaran dalam sebuah organisasi, jumlah dana yang ditetapkan tentu akan disesuaikan dengan rencana kerja organisasi ke depannya. Sehingga penganggaran ini menjadi tolak ukur sebuah organisasi sejauh mana dana yang mampu disediakan untuk mendanai seluruh rencana kerja atau kegiatan organisasi ke depannya.

3. Mematangkan perencanaan 

Perencanaan harus dibarengi dengan penyusunan anggaran. Jangan sampai perencanaan hanya berupa wacana yang tak mampu direalisasikan karena tanpa pendanaan.

4. Menjadi penggerak 

Sebuah rencana ataupun program kerja baru bisa teralisasi jika ada penggeraknya. Salah satu penggeraknya adalah sokongan dana. Dana pun biasanya dikeluarkan sesuai dengan yang dianggarkan. 

Anggaran sebagai penyemangat kerja Anggaran sebagai penyemangat kerja anggota organisasi
Anggaran sebagai penyemangat kerja Anggaran sebagai penyemangat kerja anggota organisasi

Manfaat Anggaran

1. Mengarahkan organisasi untuk mencapai tujuan
2. Membantu pengelolaan organisasi
3. Menjadi penilaian kinerja dari suatu organisasi
4. Memotivasi pegawai atau anggota organisasi agar bekerja lebih giat dalam mencapai tujuan organisasi
5. Menghindari pembiayaan organisasi yang tidak perlu
6. Menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap anggota untuk menjalankan organisasi

Jenis Anggaran

- Jenis anggaran dalam organisasi publik (pemerintahan) 

1. Line Item Budgeting

Anggaran yang disusun berdasarkan sumber dana dan rencana pengeluaran. Jenis penganggaran seperti ini masih disebut sebagai tradisional budgeting karena dianggap kuno. 

2. Incremental Budgeting

Sistem anggaran yang bisa direvisi selama periode berjalan. Jenis penganggaran seperti ini biasanya selalu mengacu dari penganggaran periode sebelumnya. Kekurangan yang ada di periode sebelumnya selanjutnya dievaluasi dan menjadi pedoman dalam menyusun anggaran baru.

3. Planning Programming Budgeting Sistem 

Penyusunan anggaran yang disertai dengan perencanaan dan program kerja. Semuanya disusun dalam satu kesatuan dan tak boleh dipisah- pisahkan. Selain program kerja, kebutuhan anggota organisasi juga diperhitungkan, bahkan perkiraan dari kejadian tak terduga sekalipun masuk dalam anggaran.

Contoh: Perkiraan bencana masuk dalam anggaran tak terduga.

4. Zero Base Budgeting

Anggaran yang disusun berdasarkan kegiatan yang direncakan dan tidak berpatokan dari penganggaran sebelumnya.

5. Performance Budgeting

Anggaran disusun berdasarkan dari kinerja anggota organisasi dan performace organisasi. Jenis penganggaran seperti ini biasanya berpatokan pada hasil yang dicapai organisasi dari periode sebelumnya yang kemudian disesuaikan dengan visi misi organisasi. 

6. Medium Term Budgeting Framework

Jenis pengganggaran model ini biasanya terjadi pada organisasi yang lebih besar seperti departemen dan lembaga pemerintahan non departemen. 

Baca juga : Pengertian Keuangan Negara

Dasar Hukum Anggaran (APBN/ APBD)
Dasar Hukum Anggaran (APBN/ APBD)

- Jenis anggaran pada perusahaan

1. Anggaran Penjualan
2. Anggaran Produksi
3. Anggaran Biaya Produksi
4. Anggaran Biaya Bahan Baku
5. Anggaran Tenaga Kerja Langsung
6. Anggaran Overhaid Pabrik
7. Anggaran Persediaan
8. Anggaran Program
9. Anggaran Pertanggungjawaban
10. Anggaran Pengeluaran Modal
11. Anggaran Kas
12. Anggaran Rugi Laba
13. Anggaran Neraca
14. Anggaran Perubahan Posisi Keuangan

Prinsip Anggaran

1. Demokratis

Penetapan anggaran harus dilakukan bersama dan melibatkan semua unsur dari organisasi. Jika dalam penetapan APBN, penyusunan anggaran harus melalui persetujuan lembaga perwakilan rakyat dalam hal ini DPR/ DPRD.

Penyusunan anggaran harus dilakukan secara demokratis Penyusunan anggaran harus dilakukan secara demokratis
Penyusunan anggaran harus dilakukan secara demokratis Penyusunan anggaran harus dilakukan secara demokratis

2. Adil

Anggaran yang ditetapkan harus sepenuhnya untuk kepentingan umum. Dalam penetapan APBN harus mengacu pada kepentingan rakyat.

3. Transparan

Dari proses perencanaan hingga pertanggungjawaban harus diketahui oleh seluruh anggota organisasi. Dalam APBN maupun APBD masyarakat luas harus tahu juga perihal anggaran ini.

4. Bermoral

Penyusunan anggaran harus mengacu pada aturan organisasi, dalam bernegara artinya panduannya berupa undang- undang.

5. Berhati – Hati

Perlunya kehati- hatian dalam menetapkan pendanaan karena segala hal yang berhubungan dengan uang sangat sensitif. Terlebih pada penetapan APBN, sumber daya harus disesuaikan dengan kebutuhan rakyat.

6. Akuntabel

Penganggaran harus bisa dipertanggungjawabkan baik pada anggota organisasi maupun ke pihak luar organisasi. Dalam APBN pertanggungjawabannya tentu saja ke rakyat.

Penyusunan Anggaran

Ada beberapa tahapan dalam proses penyusunan anggaran :

1. Tahap Persiapan

Menyusun anggaran harus dilakukan jauh sebelum periode baru program kerja baru dimulai. Ada dua bagian dari tahap persiapan yakni usulan dari pimpinan organisasi atau dewan pembina organisasi dan usulan dari tiap unit dari organisasi dalam hal ini anggota organisasi. Menyusun anggaran juga tentu harus diperhatikan mengenai prioritas.

2. Tahap Ratifikasi

Mengumpulkan semua usulan tentang penganggaran dan didiskusikan untuk mencapai kesepakatan. Setiap usulan mengenai anggaran harus disesuaikan dengan rencana program kerja.

3. Tahap Implementasi

Menggunakan anggaran sesuai program yang sudah direncanakan. Anggaran yang sudah dicairkan selanjutnya disalurkan pada tiap unit yang membutuhkan dana guna menjalankan program kerjanya. Dana yang dikeluarkan harus sesuai dengan yang direncanakan.

4. Tahap Pelaporan

Melaporkan penggunaan dana yang sudah digunakan. Tiap unit biasanya membuat laporan pertanggungjawaban dan laporannya diserahkan ke pusat organisasi. Jika dalam hal ini organisasi artinya laporannya dikumpul kepada bendahara.

5. Tahap Evaluasi

Dari laporan pertanggungjawaban yang ada, dievaluasi tentang kelebihan dan kekurangannya. Hasil evalusi selanjutnya akan digunakan sebagai acuan dalam menyusun anggaran baru untuk periode selanjutnya.

Siklus penyusunan anggaran Siklus penyusunan anggaran
Siklus penyusunan anggaran Siklus penyusunan anggaran

Kesimpulan

Anggaran harus disusun sebaik- baiknya sesuai prosedur dan harus dipertanggungjawabkan. Penggunaan anggaran meskipun sudah ditetapkan tetap harus ada upaya untuk melakukan penghematan. 

Baca Juga