Adat Istiadat - Pengertian, Unsur, Manfaat, Jenis dan Contohnya
Adat-istiadat merupakan aturan tingkah laku yang diwariskan secara turun-temurun dan berlaku sejak zaman dahulu kala. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkap tentang pengertian, unsur, manfaat, jenis dan contoh adat istiadat berikut ini.

Adat istiadat bukanlah hal yang asing lagi dalam kehidupan kita. Setiap daerah biasanya memiliki adat istiadat tersendiri yang harus dipatuhi oleh anggota masyarakat sekitar. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian, unsur, manfaat, jenis dan contoh adat istiadat berikut ini.

Pengertian Adat Istiadat

Adat Istiadat - Pengertian, Unsur, Manfaat, Jenis dan Contohnya
Pengertian Adat Istiadat

Adat istiadat diartikan sebagai aturan tingkah laku yang diwariskan secara turun-temurun dan berlaku sejak zaman dahulu kala. Adat istiadat memiliki sifat yang ketat dan mengikat. Terkadang, adat istiadat yang diakui dan dipatuhi masyarakat sejak berabad-abad yang lalu bisa dijadikan sebagai hukum tidak tertulis (hukum adat).

Sedangkan menurut KBBI, adat adalah aturan (perbuatan) yang dilakukan sejak zaman dahulu kala. Sementara istiadat adalah adat kebiasaan. Sehingga bisa dikatakan kalau adat istiadat adalah kumpulan aturan sosial yang sudah ada sejak lama dan telah menjadi kebiasaan / tradisi di kalangan masyarakat setempat.

Unsur-Unsur Adat Istiadat

Adat Istiadat - Pengertian, Unsur, Manfaat, Jenis dan Contohnya
Unsur-Unsur Adat Istiadat

Ada beberapa unsur yang dimiliki suatu adat-istiadat:

1. Nilai-Nilai Budaya

Nilai-nilai budaya merupakan gagasan atau ide mengenai hal-hal tertentu yang dianggap penting / bernilai bagi suatu masyarakat. Contoh nilai-nilai budaya yaitu menghormati orang yang lebih tua, rukun dengan sesama, gotong royong, dan lain sebagainya.

2. Sistem Norma

Sistem norma adalah sejumlah aturan / ketentuan yang sifatnya mengikat warga atau kelompok yang ada di daerah tertentu.

3. Sistem Hukum

Sistem hukum merupakan sejumlah aturan / ketentuan yang sifatnya tegas dan mengikat seluruh warga negara.

4. Aturan Khusus

Aturan khusus merupakan aturan yang mengikat warga tentang kegiatan tertentu. Biasanya aturan khusus berlaku secara terbatas.

Keempat unsur di atas saling berkaitan dan tak bisa dipisahkan dalam suatu adat-istiadat. Sifatnya yang kekal dan mengikat membuat orang takut untuk melanggar adat-istiadat. Jika ketahuan melanggar, anggota masyarakat akan mendapatkan sanksi keras, baik itu sanksi formal atau informal. Sanksi formal biasanya diberikan oleh aparat penegak hukum, seperti ketua adat, tokoh agama, polisi, dan lain sebagainya.

Manfaat Adat Istiadat

Adat Istiadat - Pengertian, Unsur, Manfaat, Jenis dan Contohnya
Manfaat Adat Istiadat

Sebenarnya adat istiadat sangat bermanfaat dalam kehidupan masyarakat. Karena itulah, masyarakat setempat merasa kalau adat istiadat merupakan sesuatu yang harus mereka patuhi. Berikut ini adalah beberapa manfaat adat istiadat bagi kehidupan masyarakat setempat:

1. Norma yang harus dipatuhi

Adat istiadat merupakan norma / peraturan yang harus dipatuhi oleh semua anggota masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Biasanya norma yang diberlakukan adalah norma-norma yang berhubungan dengan aspek budaya, ekonomi, dan sosial.

Jika ada yang berani melakukan pelanggaran adat istiadat, maka pelaku akan mendapat sanksi. Tentunya jenis sanksi yang diberikan akan didiskusikan terlebih dahulu dengan datuk yang ada di wilayah tersebut.

2. Mengatur Etika Anggota Masyarakat

Etika merupakan tata cara tentang bagaimana cara bersikap dan bertingkah laku di suatu masyarakat. Sebagai contoh, di Minangkabau ada beberapa etika bahasa yang dibedakan sesuai dengan umur dan status seseorang dalam suatu masyarakat:

  • Kato mendaki

Kato mendaki digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua dari kita atau seseorang yang diakui dan memiliki pangkat di wilayah tersebut.

  • Kato mandata

Kato mandata merupakan jenis kata yang digunakan untuk berbicara dengan teman yang seusia.

  • Kato manurun

Jenis kata ini digunakan untuk berbicara dengan orang yang usianya lebih muda dari kita.

  • Kato malereang

Kata ini digunakan untuk berkomunikasi dengan saudara ipar. Ada banyak kata yang perlu diperhatikan dalam bahasa ini agar tidak menyinggung perasaan orang yang mendengarnya.

3. Bisa mendapat pelajaran berharga

Dengan mengetahui, memahami, dan menyaksikan atau melaksanakan suatu adat istiadat, tanpa sadar kita akan mendapatkan pelajaran berharga. Karena biasanya suatu adat istiadat memiliki cerita tersendiri, yang di dalamnya terdapat pesan moral yang bisa diambil.

Jenis-Jenis Adat Istiadat

Adat Istiadat - Pengertian, Unsur, Manfaat, Jenis dan Contohnya
Jenis-Jenis Adat Istiadat

Berdasarkan jenisnya, adat-istiadat dibedakan menjadi empat jenis yaitu:

1. Adat sebenar adat

Adat sebenar adat merupakan adat yang bersumber dari alam. Jenis adat ini isinya tidak akan berubah sampai kapanpun. Contoh: jika turun hujan deras dan sungai dipenuhi dengan sampah, maka banjir pasti akan terjadi di wilayah tersebut.

2. Adat yang diadatkan

Adat yang diadatkan merupakan jenis adat yang dibuat oleh datuak yang ada di suatu daerah agar perencanaan sosial dan ekonomi di sana menjadi seimbang.

3. Adat taradat

Adat taradat merupakan jenis adat yang dibuat dengan cara bermusyawarah dengan masyarakat setempat. Adat seperti ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai masyarakat.

4. Adat istiadat

Adat istiadat merupakan aturan / ketetapan yang berlaku di suatu daerah. Aturan ini harus ditaati oleh masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

Baca Juga: Nasionalisme - Pengertian, Ciri, Faktor yang Mempengaruhi, Tujuan, Jenis dan Contohnya.

Contoh Adat Istiadat

Adat Istiadat - Pengertian, Unsur, Manfaat, Jenis dan Contohnya
Contoh Adat Istiadat

Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan adat istiadat, simaklah beberapa contoh adat-istiadat berikut ini:

1. Tradisi potong jari (Papua)

Tradisi potong jari adalah tradisi yang dilakukan untuk menunjukkan kesedihan setelah ditinggal mati oleh salah satu anggota keluarga. Tradisi yang cukup ekstrim ini kabarnya sudah banyak ditinggalkan oleh suku Dani.

2. Tradisi ngaben (Bali)

Ngaben merupakan upacara kremasi / pembakaran mayat di Bali. Dalam upacara ini, mayat sengaja diposisikan layaknya orang tidur. Selain untuk mengirim jenazah ke kehidupan mendatang, upacara ini juga menjadi simbol untuk menyucikan roh orang yang telah meninggal.

3. Pesta pernikahan adat Betawi

Dalam adat betawi, pihak pengantin pria harus membawa seserahan berupa sepasang roti buaya, dan juga menyalakan petasan untuk menyambut calon besan. Kemudian ada palang pintu pantun bersambut di antara rombongan pihak laki-laki dan pihak perempuan yang isinya berupa sepasang ondel-ondel. Ondel-ondel ini melambangkan pasangan suami istri.

Baca Juga