Sejarah Teori Evolusi Menurut Islam
Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa teori evolusi itu tidak hanya satu, namun ada beberapa teori evolusi yang berhasil dicetuskan oleh beberapa filsuf-filsuf ternama seperti Darwin, Plato, Aristoteles dan lain sebagainya.

Teori evolusi seperti yang dikemukakan oleh Darwin pada tahun 1871 M, adalah suatu proses yang memakan waktu jutaan tahun lamanya, yakni : 

1. Semua yang hidup berubah bentuk dan fungsi, dari generasi ke generasi melahirkan keturunan yang mempunyai sifat-sifat baru walaupun sedikit.

2. Proses ini telah terlaksana sekian lama sehingga telah menghasilkan semua kelompok dan jenis-jenis yang hidup masa kini dan yang lampau.

3. Semua kehidupan mempunyai hubungan antara satu sama lain. 

Sejarah Teori Evolusi Menurut Islam
Charles Darwin

Sebenarnya, teori evolusi bukan berasal dari Charles Darwin (1871M), tetapi telah mempunyai sejarah sebelum lahirnya Nabi Isa a.s. Thales dari Miletus (640-546 SM) dari Yunani, telah mengemukakan teori siklus pembangunan (cycles of development) bermula dari air, elemen, tumbuh-tumbuhan, binatang yang sederhana hingga binatang yang kompleks seperti manusia. 

Sejarah Teori Evolusi Menurut Islam
Anaximander

Anaximander (611-547 M) dari Yunani, telah mengutarakan teori bahwa manusia berasal dari bentuk sejenis dengan ikan. Empodoales (490-430 S.M.) mengutarakan teori empat unsur asas tanah, api, udara dan air bagi semua benda. Prinsip asasi atau gaya penggerak evolusi dari bentuk yang ringkas ke bentuk kompleks ialah secara kebetulan (chance). 

Sejarah Teori Evolusi Menurut Islam
Patung Plato

Plato (427-347 S.M.) tokoh Yunani yang terkenal itu mengutarakan konsep bahwa dari manusia yang merupakan puncak kesempurnaan, terjadilah bentuk-bentuk kehidupan yang lain. Konsep ini memutarbalikkan (reverse) teori evolusi. Dia menganggap bahwa manusia mempunyai bentuk yang sampai ke puncak kesempurnaan dan segala bentuk kehidupan yang lain adalah bentuk kemunduran daripada itu. Baginya kuku manusia itu, adalah bentuk permulaan untuk menjadi alat mencengkeram (claws) bagi binatang yang berasal dari roh manusia, yang telah terbelok jauh dari yang sempurna hingga tidak boleh bernafas dengan udara bersih. 

Bagi Plato, Tuhan adalah Roh yang paling sempurna, dunia ini adalah hayalan saja bukan hakiki. Dalam konsep neo-Platonisme yang dijelaskan oleh Plotinus yang memberi komentar atas karya Plato, Tuhan sumber segala-galanya dan darinya akan memancar segala yang lain. Teori ini terkenal sebagai "teori emanasi”. Dunia ini adalah seperti pancaran yang mengalir dari sebab utama, seperti matahari memancarkan sinarnya, dan kembali kepadanya juga dalam keadaan yang sama. Tuhan adalah satu, tidak ada zat yang lain wujud melainkan Dia. Konsep ini adalah serupa dengan konsep wahdatulwujud (kesatuan dalam kejadian). 

Baca juga : Pengertian Ilmu Astronomi Menurut Perspektif Islam

Ia mengutarakan konsep serba Tuhan, yang juga ada dalam agama Hindu. Menurut ajaran Hindu, dari pancaran Brahman (roh sejagat) muncullah Atman (roh-roh individu). Cita-cita tertinggi bagi seorang Hindu ialah bebas dari sengsara duniawi, untuk bersatu kembali dengan dewa Brahman. Atman dan Brahman adalah satu. Atman adalah Brahman yang masuk ke dalam diri manusia. Maka lahirlah ucapan-ucapan berunsur panteistis: "Aku adalah Dia" atau “Aku adalah Brahman”. Menurut Islam, Tuhan itu satu tetapi sebagai Pencipta, Dia menciptakan makhluk yang lain. Makhluk bukannya sinar (serpihan zat) daripada-Nya. 

Sebaliknya, menurut konsep neo-Platonisme, tidak ada lain yang wujud melainkan Tuhan. Tuhan adalah semuanya, dan semuanya adalah Tuhan. Inilah faham panteistis (serba Tuhan) bukan politeistis (banyak Tuhan). Pemahaman inilah yang telah mempengaruhi faham sufi ala wahdat al-wujud, yang dipelopori oleh Abu Bakar Muhammad (Mohyi al-Din) Ibnu “Arabi dari Muricia, Sepanyol Selatan, (1165-1240) yang menulis buku Fusus al-Hikam, dan tokoh Sufi bernama al-Hallaj, Abu Abdullah al-Husain bin Mansur murid dari al-Junayd (md. 921). Beberapa orang tilasuf Muslim juga, telah dikatakan terpengaruh dengan kosmogoni neo-Platonisme itu, termasuk Abu Yusuf al-Kindi (801-866), Abu Nasr al-Farabi (870-950), Ikhwan al-Safa (995), Ibnu Sina (980-1037) dan Ibnu Rusd. Imam al-Ghazali dalam bukunya Tahafut al-Falasifah telah membahas 20 masalah yang bertentangan dengan akal dan logika dalam fikrah-fikrah filasuf.

Sejarah Teori Evolusi Menurut Islam
Abu Yusuf al-Kindi

Menurut Drs. Sidi Gazalba dalam bukunya berjudul Sistematika Filsafat (1974), “Dalam banyak hal filsuf Islam belajar dan dipengaruhi oleh filsuf-filsuf Yunani, selain filsafat Ketuhanan,” (hal. 244) 

“Karena ajaran al-Qur'an, Keesaan Tuhan terpelihara dalam pemikiran filsuf-filsuf Islam. Tidak mungkin mereka menyimpang kepada politeisme (banyak Tuhan) tetapi mungkin kepada panteisme, yang masih tetap berprinsip keesaan Khalik, tetapi yang terpadu dengan makhluknya. Pemahaman ini sering kita jumpai pada kalangan tasawuf”. 

Sejarah Teori Evolusi Menurut Islam
Aristoteles

Aristoteles (384-322 S.M.) adalah seorang pengikut Plato. Dia percaya bahwa Tuhan adalah kuasa Penggerak Utama (Prime Mover) yang menciptakan zat permulaan yang hidup dari semua bentuk kehidupan yang lain telah terjadi. Menurut Aristotle, zat mempunyai gaya kuasa sendiri dari permulaannya, zat tidak bergantung kepada Tuhan untuk kehidupannya, karena Tuhan hanya sebagai “Sebab Utama”. Perubahan di dalam dunia menunjukkan bahwa bumi mempunyai potensi sendiri untuk berkembang. Tuhan tidak menciptakan bumi. Tidak ada hubungan diantara Tuhan dan bumi. Bumi ini adalah hasil dari proses pembangunan yang lambat dari gaya zat itu sendiri. 

Konsepnya tentang "Tuhan" amat berlainan dengan gurunya Plato, karena Aristoteles percaya kepada evolusi dunia, dimana sesuatu zat dalam alam mempunyai potensi untuk berkembang kepada sifat yang lebih sempurna. Menurutnya zat benda mempunyai gaya penggerak sendiri, Tuhan adalah hanya Penggerak Utama (Prime Mover). 

Nah, itulah sedikit pembahasan tentang sejarah teori evolusi menurut islam. Semoga bisa menjadi sebuah materi yang berguna dan sanggup untuk melengkapi beberapa materi lain yang kurang lengkap pada sejumlah mata pelajaran di sekolahmu.

Oh iya, jika menurut kalian artikel ini cukup bermanfaat, jangan lupa untuk share artikel ini di beberapa sosial mediamu, supaya saudara dan teman kalian juga tahu akan pembahasan bermanfaat tersebut..

Baca Juga