Masyarakat: Pengertian, Kebudayaan, Interaksi Sosial, dan Unsur-unsurnya
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Supaya lebih memahami apa itu masyarakat, sila baca materinya di sini!

Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional. Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.

Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai masyarakat, sila pahami materinya di bawah ini:

Pengertian Masyakarat

Masyarakat: Pengertian, Kebudayaan, Interaksi Sosial, dan Unsur-unsurnya
Pengertian Masyarakat

Berikut pengertian dari masyarakat menurut pendapat beberapa ahli:

  • Karl Marx: "Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis."
  • Emile Durkheim: "Masyarakat adalah suatu kenyataan objektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya."
  • Max Weber: "Masyarakat adalah suatu sistem dari cara kerja dan prosedur, otoritas dan saling bantu-membantu yang meliputi kelompok-kelompok dan pembagian-pembagian sosial, sistem pengawasan tingkah laku manusia dan kebebasan. Sistem yang kompleks dan selalu berubah dari relasi sosial."
  • J.L Gillin: "Masyarakat adalah sebuah kelompok manusia yang tersebar yang memiliki kebiasaan (habit), tradisi (tradition), sikap (attitude) dan perasaan persatuan yang sama."
  • Mack Ever: "Masyarakat adalah suatu sistem dari cara kerja dan prosedur, otoritas dan saling bantu-membantu yang meliputi kelompok-kelompok dan pembagian-pembagian sosial, sistem pengawasan tingkah laku manusia dan kebebasan. Sistem yang kompleks dan selalu berubah dari relasi sosial."

Masyarakat dan Kebudayaan

Masyarakat: Pengertian, Kebudayaan, Interaksi Sosial, dan Unsur-unsurnya
Masyarakat dan Kebudayaan

Sebuah masyarakat pada dasarnya akan membentuk sebuah kebudayaan. Atas dasar ini, eksistensi kebudayaan berada pada masyarakat. Dengan kata lain, kebudayaan ada atas nama masyarakat, bukan atas nama individu. Individu sebagai anggota masyarakat hanya memiliki pengetahuan akan kebudayaan masyarakatnya. Masyarakat dan kebudayaan merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Tidak ada masyarakat tanpa kebudayaan, dan sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah atau pendukungnya (Soekanto, 2003:171).

Kebudayaan diwariskan dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Pewarisan ini bersifat sosiologis, bukan biologis. Walaupun diwariskan, bukan berarti kebudayaan bersifat statis. Kebudayaan bersifat dinamis mengikuti perubahan-perubahan di dalam diri masyarakat itu sendiri dan juga perubahan yang ada di luar diri masyarakat, termasuk perubahan lingkungan alam.

Baca Juga: Pengertian Kebudayaan dan Perbedaannya dengan Konsep Peradaban

Masyarakat dan Interaksi Sosial

Masyarakat: Pengertian, Kebudayaan, Interaksi Sosial, dan Unsur-unsurnya
Masyarakat dan Interaksi Sosial

Dalam kehidupan bermasyarakat, pasti ada suatu sistem interaksi. Bahkan, interaksi sosial merupakan salah satu syarat dari terwujudnya masyarakat. Oleh karena itu, perlu kiranya memahami apa yang dimaksud dengan interaksi sosial. Menurut Soekanto (2003:61), interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok.

Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi tanpa memenuhi 2 (dua)  syarat yakni: kontak sosial dan komunikasi (Soekanto, 2003:64; Koentjaraningrat, 2002:162). Kontak sosial dapat bersifat primer dan sekunder (Soekanto, 2003;66). Kontak sosial yang bersifat primer terjadi apabila ada hubungan langsung bertemu atau berhadapan muka antara dua pihak. Misalnya, seorang perawat yang bertemu dengan pasiennya, saling menyapa, dan melakukan perawatan terhadap pasiennya tersebut. Kontak sosial yang bersifat sekunder adalah suatu hubungan yang terwujud melalui perantara. Misalnya, si A mengatakan kepada si B bahwa si C mengagumi permainan gitarnya dalam suatu penampilan konser musik. Kontak sosial sekunder ini dapat dilakukan melalui alat-alat kebudayaan seperti telepon, buku, surat kabar, radio, televisi, dan lain-lain (Koentjaraningrat, 2002:162). Dijelaskannya bahwa berbagai alat-alat kebudayaan tersebut memungkin individu-individu melakukan kontak dengan jarak yang sangat jauh. Seperti halnya bila seseorang menjawab telepon dari orang lain yang berada jauh darinya. Demikian juga bila seseorang membaca buku atau tulisan seorang penulis, maka antara pembaca dan penulis tersebut telah terjadi suatu kontak.

Masyarakat dan Unsur-unsurnya

Masyarakat: Pengertian, Kebudayaan, Interaksi Sosial, dan Unsur-unsurnya
Masyarakat dan Unsur-unsurnya

Bagi Koentjaraningrat, komunitas merupakan salah satu unsur masyarakat. Komunitas adalah kesatuan hidup manusia, yang menempati suatu wilayah yang nyata, dan yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu, serta terikat oleh suatu rasa identitas komunitas.

Selain komunitas, yang juga dapat disebut masyarakat, terdapat kesatuan-kesatuan hidup lainnya yang menjadi unsur-unsur masyarakat. Unsur-unsur tersebut yakni; kategori sosial, golongan sosial, kelompok, dan perkumpulan. Kategori sosial adalah kesatuan hidup manusia yang terwujudkan karena adanya suatu ciri atau suatu kompleks ciri-ciri yang objektif yang dapat dikenakan kepada manusia-manusia itu (Koentjaraningrat, 2002:149).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa suatu kesatuan hidup manusia yang juga memiliki ciri-ciri tertentu yang dikenakan kepada mereka oleh pihak luar adalah golongan sosial. Perbedaannya dengan kategori sosial adalah adanya ikatan identitas sosial yang menjadi ciri tambahan golongan sosial.

Masyarakat: Pengertian, Kebudayaan, Interaksi Sosial, dan Unsur-unsurnya
Masyarakat dan Unsur-unsurnya

Unsur masyarakat yang disebut kelompok dapat disebut juga sebagai masyarakat. Hal ini dikarenakan memiliki syarat-syarat sebagai sebagai masyarakat dengan adanya sistem interaksi antara para anggota, adanya sistem norma yang mengatur interaksi, adanya kontinuitas, serta adanya rasa identitas yang mempersatukan semua anggota. Walaupun demikian, kelompok memiliki ciri tambahan yakni organisasi dan sistem pimpinan. Dasar organisasi dari kelompok adalah adat, serta sistem pimpinannya berdasarkan kewibawaan dan kharisma. Sebagai contoh yakni kelompok marga Tampubolon, yang dapat dikatakan sebagai masyarakat marga Tampubolon. Unsur lain dari masyarakat adalah perkumpulan. Perkumpulan sesungguhnya juga disebut sebagai kelompok. Namun, Koentjaraningrat memberi istilah yang berbeda karena memang juga berbeda dalam bentuk dasar organisasi dan sistem pimpinannya, yakni sebagai perkumpulan atau asosiasi. Dasar organisasi perkumpulan adalah buatan. Sedangkan sistem pimpinannya berdasarkan wewenang dan hukum. Perkumpulan adalah organisasi yang sengaja dibentuk untuk kepentingan tertentu, misalnya kepentingan menyalurkan hobi sepakbola.  Perkumpulan tidak disebut sebagai masyarakat, walaupun memiliki syarat-syarat sebagai masyarakat (Koentjaraningrat, 2002:158). Hampir tidak pernah orang menyebut masyarakat PSMS.

Baca Juga