Ilmu Politik:  Pengertian, Perkembangan, Metodologi, Teoritis, dan Filosofis
Dewasa ini, politik sangat penting untuk dipelajari. Setelah era Orde Baru, masyarakat Indonesia semakin giat belajar ilmu politik. Untuk itu, sila pelajari materi pengantar ilmu politik itu di sini!

Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar, rangka, fokus, dan ruang lingkup yang jelas, maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masaih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. Akan tetapi, apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan secara rasional dan berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya karena pada tahun 450 SM mengenai negara sudah dimulai.

Untuk mengerti mengenai ilmu politik lebih rinci, sila baca materinya di bawah ini:

Pengertian Ilmu Politik

Ilmu Politik:  Pengertian, Perkembangan, Metodologi, Teoritis, dan Filosofis
Pengertian Ilmu Politik

Berikut pengertian ilmu politik menurut pendapat beberapa ahli:

  • Roger. F. Soltau: "Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu; hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain."
  • Ossip K. Flectheim: "Ilmu politik adalah ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat dan tujuan dari negara sejauh negara merupakan organisasi kekuasaan beserta sifat dan tujuan gejala-gejala kekuasaan lain yang tak resmi yang dapat mempengaruhi negara."
  • J. Barents: "Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan suatu negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat, ilmu politik mempelajari negara-negara itu melakukan tugas-tugasnya."
  • Paul Janet: "Ilmu politik adalah ilmu yang mengatur perkembangan negara begitu juga prinsip-prinsip pemerintahan."

Perkembangan Ilmu Politik

Ilmu Politik:  Pengertian, Perkembangan, Metodologi, Teoritis, dan Filosofis
Perkembangan Ilmu Politik

Jika hanya dipandang sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial, maka ilmu politik terbilang masih berusia muda karena baru lahir pada abad ke-19 akhir. Namun, jika dipandang dalam cakupan yang lebih luas seperti sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan  kehidupan politik, maka ilmu politik dapat dikatakan berusia jauh lebih tua. Contohnya, pada zaman Yunani Kuno, pemikiran mengenai negara sudah ada pada tahun 450 S.M., yang terbukti dari berbagai karya para ahli sejarah Herodotus, atau filsuf-filsuf seperti Plato, Aristoteles, dsb.

Selanjutnya, pada abad ke-18 dan ke-19, di banyak negara di benua Eropa seperti Jerman, Austria, dan Prancis bahasan mengenai politik banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum karena fokus perhatian politik saat itu semata-mata hanya negara. Sedangkan di Inggris, permasalahan politik dianggap termasuk filsafat dan tak terlepas dari sejarah. Baru, setelah didirikannya Ecos Libre des Sciences Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1895) ilmu politik akhirnya dianggap sebagai disiplin ilmu tersendiri dan masuk ke kurikulum perguruan tinggi.

Di Amerika Serikat, pengakuan pertama terhadap ilmu politik sebagai disiplin ilmu tersendiri terjadi pada tahun 1858 setelah seorang sarjana kelahiran Jerman, Francis Lieber, diangkat sebagai guru besar dalam sejarah dan ilmu politik di Columbia College.

Sesudah Perang Dunia II, perkembangan ilmu politik semakin pesat lagi. Salah satu faktornya adalah karena adanya dorongan kuat dari beberapa badan internasional, terutama UNESCO. UNESCO menganggap tidak ada keseragaman dalam terminologi (istilah atau definisi) dan metodologi (bahasan metode) dalam ilmu politik. Maka dari itu pada tahun 1948, UNESCO menyelenggarakan survey mengenai kedudukan ilmu politik di kira-kira 30 negara.

Pada masa berikutnya, ilmu-ilmu sosial banyak memanfaatkan penemuan dari antropologi, psikologi, ekonomi, dan sosiologi, dengan demikian ilmu politik telah dapat meningkatkan mutu dengan banyak mengambil model dari cabang-cabang ilmu sosial lainnya.

Baca Juga: Partai Politik: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Klasifikasi, Ciri-ciri, dan Tujuan

Metodologi Ilmu Politik

Ilmu Politik:  Pengertian, Perkembangan, Metodologi, Teoritis, dan Filosofis
Metodologi Ilmu Politik

Metodologi dalam ilmu politik merupakan sebuah cara terstruktur dan sistematis yang digunakan untuk mendekati, menjelaskan, dan memecahkan fenomena dalam ilmu politik.

Menurut Sjarhan Basah (1992), secara umum metodologi ilmu politik dibagi menjadi 10 macam, yaitu:

  • Metode induksi, yaitu suatu metode yang menarik kesimpulan dari data dan fakta yang diperoleh.
  • Metode deduksi, yaitu suatu metode yang menganalisis fakta dan data politik yang diperoleh dengan menguraikannya.
  • Metode dialektis, yaitu suatu metode tanya jawab untuk mencari pengertian.
  • Metode filosofis, yaitu suatu metode yang mengkaji lebih dalam segala sesuatu permasalah politik sehingga sampai pada hakekatnya.
  • Metode perbandingan, yaitu suatu metode yang mengukur perbedaan dan persamaan permasalahan politik dari berbagai lokasi kejadian.
  • Metode sejarah, yaitu suatu metode yang menganalisis kenyataan perjalanan waktu politik.
  • Metode fungsional, yaitu suatu metode yang dalam proses penyelidikannya membahas objek, subjek, dan gejala politik.
  • Metode sistematis, yaitu suatu metode yang berangkat dari keberadaan bahan politik yang teratur, sistematis, berkesinambungan, kait-mengkait, dan memiliki kesatuan arah tujuan.
  • Metode hukum, yaitu suatu metode yang menitik beratkan pada segi yuridis.
  • Metode sinkretis, yaitu suatu metode yang menghubungkan berbagai faktor, seperti data, fakta, keilmuan, aliran, budaya, hukum, dan sistem satuan untuk mendapat pemikiran yang obyektif.

Teoritis Ilmu Politik

Ilmu Politik:  Pengertian, Perkembangan, Metodologi, Teoritis, dan Filosofis
Teoritis Ilmu Politik

Teori ilmu politik adalah bahasan dan simpulan umum dari fenomena yang bersifat politik. Lebih jelasnya lagi, teori ilmu politik adalah bahasan dan renungan atas; a) tujuan dari kegiatan politik, b) cara-cara mencapai tujuan kegiatan politik itu sendiri, c) kemungkinan dan kebutuhan yang timbul karena situasi politik tertentu, dan d) kewajiban yang diakitbatkan oleh tujuan politik.

Menurut Thomas P. Jenkin, walaupun perbedaannya tidak bersifat mutlak, namun teori ilmu politik dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  • Teori yang memiliki dasar moral dan mengutamakan norma-norma yang ada untuk berperilaku politik. Golongan atau kelompok yang termasuk dalam teori ini adalah filsafat politik, teori politik sistematis, dan ideologi.
  • Teori yang menggambar dan membahas fenomena serta fakta politik dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai yang ada. Teori jenis ini biasanya bersifat deskriptif atau menggambarkan dan komparatif atau membandingkan.

Filosofis Ilmu Politik

Ilmu Politik:  Pengertian, Perkembangan, Metodologi, Teoritis, dan Filosofis
Plato

Filosofis ilmu politik atau ilmu politik yang berdasarkan filsafat adalah teori ilmu politik yang mencari penjelasan berdasarkan rasio atau nalar.

Pokok pikiran dari filosofis ilmu politik adalah berbagai persoalan yang menyangkut alam semesta, seperti metafisika (yang tak terlihat) dan epistemologi (dasar dan batas pengetahuan). Filosofis ilmu poltik mengharuskan persoalan alam semesta tadi diselesaikan terlebih dulu sebelum akhirnya persoalan politik yang kita alami dapat ditanggulangi. Contohnya, menurut filsuf Yunani, Plato, keadilan merupakan hakikat dari alam semesta dan sekaligus pedoman untuk mencapai kehidupan yang baik, yang kita cita-citakan.

Baca Juga