17 Kuliner Khas Sulawesi Tenggara Yang Enaknya Bikin Penasaran
Sulawesi Tenggara, propinsi yang terkenal akan wisata pantai dan bawah lautnya. Hasil alamnya pun melimpah, ini terbukti dengan banyaknya tambang mineral yang dibuka di daerah ini. Soal kuliner, Sultra banyak dikenal sebagai penghasil sagu, singkong, dan ikan.

Siapa yang tak kenal Wakatobi. Daerah yang memiliki keindahan pantai dan bawah laut yang memukau di Sulawesi Tenggara ini kerap jadi incaran wisatawan. Keindahan wakatobi pun sudah tersohor hingga ke mancanegara. Sulawesi Tenggara tak hanya Wakatobi. Adapula daerah Buton dan Kolaka yang juga memiliki banyak tempat wisata dan makanan enak.

Soal kuliner, Sulawesi Tenggara memiliki keunikan sendiri. Banyak dipengaruhi daerah tetangga seperti Maluku ataupun Sulawesi Selatan membuat kuliner khas Sultra memiliki kemiripan dengan suku Bugis Makassar. Olahan sagu, singkong, dan hasil laut kerap dijumpai di daerah ini.

1. Sinonggi

Sinonggi
Sinonggi

Olahan sagu kering yang dicampur air panas hingga membentuk lem. Sinonggi biasanya dihidangkan sebagai pengganti nasi dan disantap dengan kuah ikan, ikan masak, dan sayuran. Mirip papeda orang Maluku.

Baca juga: 22 Kuliner Khas Palu Yang Wajib Anda Cicipi Saat Berkunjung Ke Sini

2. Kasoami

 Kasoami
Kasoami

Kuliner khas Sulawesi Tenggara yang berbahan singkong. Cara mengolahnya pun cukup mudah. Singkong yang sudah diparut dibentuk jadi kerucut lalu dikukus. Makanan ini juga kerap jadi pengganti nasi dan dihidangkan bersama lauk ataupun sayuran.

3. Kabuto

 Kabuto
Kabuto

Makanan asli Buton dan Muna ini bahannya juga dari singkong. Singkong yang sudah dibersihkan biasanya dibiarkan lama sampai berjamur lalu diolah. Sebelum diolah, singkong akan direndam lagi dengan air dalam beberapa jam. Singkong yang sudah berjamur tadi selanjutnya akan dikukus. Setelah matang akan ditambahkan kelapa parut.

4. Kapusu

 Kapusu
Kapusu

Bubur jagung yang dicampur dengan kacang merah. Jagung yang sudah direbus biasanya akan dikuliti sebelum diolah lagi dengan bahan lainnya. 

5. Lapa- Lapa

Lapa Lapa
Lapa Lapa

Di daerah bugis, makanan ini dikenal dengan nama leppe- leppe. Olahan nasi ketan yang dibungkus dengan daun kelapa yang masih muda. Proses pembuatannya butuh keahlian karena sedikit rumit saat menaruh beras dalan daun kelapa yang kecil. Beras yang sudah dibungkus kemudian akan diikat lalu dikukus. 

Lapa- lapa biasanya dihidangkan dalam acara adat seperti akikahan, kawinan, ataupun acara adat penduduk setempat. Lapa – lapa enak disantap dengan gula merah cair atau ikan asin. Kadang ada pula yang menikmati lapa- lapa ini dengan telur rebus dan kolak pisang.

6. Sate Poke

Sate Poke
Sate Poke

Sate kerang sungai yang diolah dengan bumbu yang agak pedas. Kerap disajikan bersama gogos. Sebelum sate dipanggang, direbus terlebih dahulu agar lebih matang. Makanan khas Konawe ini ditambahkan bumbu bacem.

7. Ayam Tawaoloho

Ayam Tawaoloho
Ayam Tawaoloho

Olahan ayam berkuah khas Tolaki Konawe. Yang unik dari makanan ini adalah penggunaan daun kedondong. Ayam yang sudah dipotong kecil dan dicuci bersih akan dimasak bersama daun kedondong serta bumbu lainnya dalam panci. Sebelum diangkat, ayam tawaoloho akan ditambahkan daun kemangi dan potongan buah tomat.

8. Parende

Parende
Parende

Ikan masak kuah kuning khas Buton. Ikan yang biasanya digunakan adalah ikan kakap. Pengolahannya mudah, cukup masukkan ikan bersama bumbu pilihan, tambahkan air lalu masak hingga mendidih. Adapun bumbu yang digunakan antara lain bawang merah, bawang putih, jahe, tomat, lengkuas, daun jeruk, kunyit bubuk, serai, dan asam jawa.

9. Luluta

Olahan beras ketan yang dibakar dalam bambu dan daun pisang. Luluta banyak ditemukan di daerah Wakatobi.

10. Heb’atu

Heb’atu
Heb’atu

Gogos khas Sulawesi Tenggara yang pengolahannya terbilang unik. Gogos yang masih mentah akan dibakat di atas batu pelepah pisang hingga matang. Kematangan heb’atu ditandai dengan hitamnya bungkus dari daun pembungkus pada gogos.

11. Ikan Dole

 Ikan Dole
Ikan Dole

Makanan ini juga khas Buton. Biasanya menggunakan ikan tenggiri sebagai bahan dasarnya. Ikan yang sudah dihancurkan akan dicampur dengan kelapa muda parut lalu dibentuk segitiga. Selanjutnya, adonan digoreng hingga kecoklatan. Ikan dole juga enak disantap dengan gogos ataupun lapa- lapa. Makanan ini paling sering dijumpai saat ada acara hajatan.

12. Gore Gore

Gore Gore
Gore Gore

Namanya terdengar aneh tapi rasanya bikin nagih. Olahan daging sapi bumbu ini kerap dijumpai saat lebaran di Sulawesi Tenggara.Bagian daging yang biasanya digunakan adalah daging has. Adapun bumbunya terdiri dari bawang, cabai merah, cabe rawit, merica, dan gula. Ditambahkan pula irisan buah tomat sebagai penetralisir rasa pedas dari bumbunya.

13. Karasi

 Karasi
Karasi

Kue ini mungkin sering Anda jumpai di daerah lain dengan berbagai macam bentuk. Seperti roti jala atau kue rambut. Pengolahannya lumayan rumit karena dibutuhkan keahlian khusus untuk membentuk adonan yang menyerupai rambu hingga dilipat lagi membentuk segitiga. Dibutuhkan lebih dua orang untuk membuat kue ini. Sebab, selama proses penggorengan pun harus menggunakan alat khusus.

14. Manu Kinowu

Manu Kinowu
Manu Kinowu

Dalam bahasa Sulawesi manu berarti ayam. Manu kinowu sepintas seperti gulai ayam. Makanan ini sendiri menimbulkan aroma dan rasa jahe yang kental. Adapun bumbu yang digunakan antara lain bawang, cabai, irisan tomat, dan jahe. 

15. Tombole

Tombole adalah makanan khas Wakatobi yang diolah dengan cara unik karena menggunakan batu panas. Makanan ini terbuat dari singkong, kacang tanah, kelapa, gula pasir, gula merah, dan bawang. Semua bahan dibungkus daun lalu diikat agar menyatu saat proses pembakaran.

16. Kerang- kerangan

 Kerang- kerangan
Kerang- kerangan

Karena sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara adalah perairan, makanan seafood pun kerap dijumpai. Di daerah Wakatobi sendiri, olahan ikan dan kerang menjadi makanan favorit penduduk maupun wisatawan yang datang. Kerang laut ataupun sungai biasanya ditumis dengan bumbu dan disantap dengan gogos atau lulutan.

17. Jus Patikala

Jus Patikala
Jus Patikala

Minuman herbal asli Kolaka yang diolah dari buah patikala. Rasanya kecut tapi tidak pahit ataupun sepat. Minuman ini dipercaya dapat menurunkan kolesterol dan berat badan. Pengolahan jus ini pun tidak menggunakan campuran gula ataupun bahan lain kecuali air. 

Loading...

Baca Juga