15 Cara Budidaya Cacing Sutra Dengan Baik dan Benar
Cara budidaya cacing sutra dapat dilakukan melalui berbagai macam media, misalnya seperti nampan, terpal dan kolam. Sebenarnya dalam budidaya cacing sutra ini tidak begitu sulit, karena sudah terdapat berbagai macam panduan yang bisa kamu temukan dengan mudah.

Cara Budidaya Cacing Sutra Cara budidaya cacing sutra sebenarnya tidak begitu sulit. Karena dalam hal ini tidak dibutuhkan keahlian khusus. Bahkan sebenarnya semua orang dapat melakukan budidaya cacing sutra lantaran yang dibutuhkan hanyalah kesabaran, ketelatenan dan mau belajar.

Nah buat kamu yang mau belajar budidaya cacing sutra hingga sukses besar. Mungkin 15 cara budidaya cacing sutra dengan baik dan benar berikut ini dapat kamu jadikan sebagai panduan yang mudah dipahami.

1. Sediakan Nampan Atau Terpal

Cara Budidaya Cacing Sutra
Nampan

Dalam hal ini nampan atau terpal dapat kita jadikan sebagai media budidaya cacing sutra. Sebenarnya media ini tidak dapat digunakan untuk menampung banyak cacing sutra yang hendak di budidaya. Akan tetapi media ini merupakan media budidaya cacing sutra yang paling efektif bagi pemula karena keterjangkauan harga dan kemudahan dalam mendapatkannya.

2. Sediakan Pipa Paralon

Cara Budidaya Cacing Sutra
Pipa Paralon

Pipa paralon juga harus kamu sediakan. Karena nantinya kamu akan membutuhkan pipa paralon untuk sebagai penyuplai air dan oksigen ke dalam nampan atau terpal.

Baca Juga : 15 Cara Memelihara Ikan Koi Dengan Baik di Rumah

3. Sediakan Ember Plastik dan Seser

Cara Budidaya Cacing Sutra
Ember Plastik

Sama halnya dengan ikan. Dalam budidaya cacing sutra kita juga harus menyediakan sejumlah alat-alat seperti ember plastik dan seser. Alat-alat tersebut nantinya akan sangat berguna untukmu dalam membudidayakan cacing sutra.

4. Sediakan Pompa Air

Cara Budidaya Cacing Sutra
Pompa Air

Tak cukup menyediakan pipa paralon saja. Agar dapat memberikan suplai air bersih yang cukup, tentu kamu juga membutuhkan pompa air. Tanpa adanya pompa air, pasti kita akan kualahan dalam membudidayakan cacing sutra.

5. Mempersiapkan Bibit

Cara Budidaya Cacing Sutra
Bibit Cacing Sutra

Pada tahap selanjutnya kamu perlu menyediakan bibit cacing sutra. Dalam hal ini kamu dapat mendapatkan sejumlah bibit cacing sutra di alam bebas. Tentu hal tersebut terbilang cukuplah sulit. Akan tetapi, dalam hal tersebut kamu juga bisa mendapatkan beberapa bibit cacing sutra dari para penjual atau para pengembang lainnya.

6. Pengembangbiakan Dengan Nampan atau Terpal

Cara Budidaya Cacing Sutra
Pengembangbiakan Dengan Nampan

Pengembangbiakan cacing sutra dapat dilakukan melalui beberapa media, salah satunya menggunakan media nampan ataupun terpal.

Umumnya budidaya cacing sutra menggunakan media nampan sering kali di sebut dengan istilah SCRS (Semi Closed Resirculating System). Dimana dalam hal ini akan jauh lebih menghemat air lantaran sistem ini membuat air yang sudah digunakan dapat berputar lagi untuk mengairi cacing tersebut.

Tak hanya media nampa saja yang dapat dikatakan SCRS, namun media terpal pun juga dapat dikatakan seperti itu juga apabila tempat yang disediakan cukup memadai.

7. Pengembangbiakan Dengan Kolam

Cara Budidaya Cacing Sutra
Pengembangbiakan Dengan Kolam

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa budidaya cacing sutra dapat dilakukan melalui berbagai media. Nah jika sebelumnya kita sudah membahas media nampan atau terpal, kali ini kita akan megnulas media kolam.

Media kolam juga terbilang cukup efektif apabila digunakan untuk budidaya cacing sutra. Tak perlu besar, dalam hal ini kolam yang kecil pun dapat kita gunakan untuk budidaya cacing sutra.

Perlu diketahui, jika kamu hendak budidaya cacing sutra menggunakan media kolam. Lebih baik kamu menggunakan bekas kolam lele. Karena diketahui juga bahwa kolam lele mengandung Coelosphacrium sP, mikro algae, dan Lyngbyadan Sprirulina sP. Dimana semua kandungan tersebut cukup efektif dalam membantu proses perkembangbiakan cacing sutra.

Apabila kamu tidak dapat menyediakan bekas kolam lele. Dalam hal ini kamu dapat menyediakan kolam biasa, namun dengan air bekas budidaya ikan lele.

8. Pemupukan

Cara Budidaya Cacing Sutra
Pemupukan

Sama halnya dengan berbagai macam jenis budidaya lainnya, dalam budidaya ini kamu juga harus menyediakan pupuk atau vitamin. Hal ini guna merangsang perkembangan cacing sutra.

Dalam hal ini cacing sutra begitu menyukai bahan-bahan organik. Maka dari itu, untuk pemupukannya bisa dengan memberikan ampas tahu atau dedak halus. Selain itu, pupuk kandang juga bisa kamu gunakan dalam tahap pemupukan ini.

9. Fermentasi

Cara Budidaya Cacing Sutra
Fermentasi

Pada tahap selanjutnya kamu perlu melakukan fermentasi. Hal ini sangat berguna untuk menjaga kandungan C-organik dan N-organik. Caranya pun sangatlah mudah, yakni hanya dengan menyediakan lahan yang sudah diberi pupuk. Lalu rendam lahan tersebut menggunakan air hingga setinggi 5 cm. Lakukan cara ini setidaknya selama 2-4 hari.

10. Penebaran Benih

Cara Budidaya Cacing Sutra
Penebaran Cacing Sutra

Jika sudah mendapatkan lahan yang tepat. Maka langkah selanjutnya yakni memulai budidaya dengan penebaran benih cacing sutra. Penebaran benih dapat dilakukan hingga sebanyak 10 gelas (jika di dalam kolam).

Selebihnya hanya merendam saja dengan air setinggi 5 sampi 7 cm. Dalam hal ini kamu tetap harus memberikan aliran air yang cukup, yakni sekitar debit 2-5 liter per detik.

11. Pemeliharaan

Cara Budidaya Cacing Sutra
Pemeliharaan

Dalam tahap pemeliharaan ini sebenarnya dapat dikatakan jauh lebih mudah dari tahap persiapan sebelumnya. Karena yang perlu kamu lakukan pada tahap pemeliharaan cacing sutra ini hanyalah menjaga aliran air agar tetap stabil saja.

Pastikan air mengalir ringan dengan ketinggian air sekitar 5-10 cm saja. Umumnya ketika mencapai 10 hari permukaan nampan atau kolam akan dipenuhi oleh cacing sutra secara merata.

12. Panen

Cara Budidaya Cacing Sutra
Panen

Proses pemeliharaan hanya akan berlangsung selama 2-3 bulan saja. Sehingga setelah itu kamu sudah dapat memanen untuk yang pertama kalinya. Pada panen selanjutnya dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali.

13. Menunda Panen (Optional)

Cara Budidaya Cacing Sutra
Pengembangan

Sebenarnya cara budidaya cacing sutra bisa dilakukan sampai pada tahap panen saja. Sedangkan pada tahap ini sampai tahap terakhir merupakan optional saja.

Tahap ini dapat kamu lakukan apabila kamu ingin mengembangkan budidaya cacing sutra dengan waktu yang jauh lebih cepat.

Kenapa menunda panen?

Karena dalam tahap ini cacing sutra yang hendak kamu panen dapat kamu jadikan sebagai penghasil bibit baru. Sehingga pada tahap selanjutnya kamu hanya perlu menyediakan tempat baru untuk bibit yang baru.

14. Sediakan Nampan Besar atau Kolam Kecil (Optional)

Cara Budidaya Cacing Sutra
Kolam Kecil

Apabila pada awalnya kamu menggunakan media nampan. Pada tahap setelah panen kamu perlu menyediakan nampan besar atau kolam kecil sebagai media lanjutan dalam budidaya cacing dalam skala yang jauh lebih besar.

15. Sediakan Kolam Besar (Optional)

Cara Budidaya Cacing Sutra
Kolam Besar

Setelah budidaya cacing sutra menggunakan media nampan besar atau kolam kecil sudah mencapai masa panen. Kamu dapat menunda panen tersebut dan mengolah bibit baru lagi kedalam media yang jauh lebih besar lagi, yakni kolam besar.

Nah pada tahap 15 ini sebenarnya kamu sudah berhasil membudidayakan cacing sutra dengan skala yang cukup besar. Selanjutnya kamu bisa mulai memanen dan membuat sejumlah kolam besar lagi.

Baca Juga