Rumah Adat Bali Gapura Candi Bentar, Pedoman Pembangunan Rumah, Ritual, Fungsi, Ciri Khas, Kandungan Filosofi, Struktur dan Bahan Pembuatan
Dengan luas wilayah lebih dari 1 juta km2, Indonesia memiliki beragam Rumah Adat yang unik, Rumah Adat Bali adalah salah satunya.

Rumah Adat Bali dikenal dengan sebutan Gapura Candi Bntar. Nama Gapura Candi Bentar diambil dari dua buah bangunan gapura utama dengan ukuran besar tanpa atap yang ada di depan rumah masyarakat adat Bali. Gapura tersebut di desain sedemikian rupa dengan ukiran ukiran seperti yang ada di candi, dari sanalah bangunan tersebut mendapatkan sebutan Candi, gapura utama dibuat identik satu sama lain.

Rumah Adat Bali mempunyai corak warna yang menyejukkan dan alami dengan dominasi warna merah bata, krem dan cokelat. Rumah adat di Bali juga identik dengan ukiran dan patung. Dalam membangun rumah, masyarakat Bali menggunakan besaran pengukuran yang unik, yakni menggunakan panjang anatomi tubuh pemilik rumah sendiri. Seperti Asmuti ( setara dengan ukuran kepalan tangan dengan posisi jempol menghadap keatas). Hasta (setara dengan jarak dari pergelangan tangan hingga ke ujung jari tengah), Depa (Setara dengan rentangan tangan dari ujung kiri hingga ke ujung kanan)

Pedoman Pembangunan Rumah Adat Bali

Rumah Adat Bali Gapura Candi Bentar, Pedoman Pembangunan Rumah, Ritual, Fungsi, Ciri Khas, Kandungan Filosofi, Struktur dan Bahan Pembuatan
Pedoman Pembangunan Rumah Adat Bali

Pedoman pembangunan rumah adat di Bali umumnya berdasar pada Asta Kosala Kosali. Asta Kosala Kosali sendiri merupakan tata aturan penempatan lahan bangunan suci dan tempat tinggal. Tujuan akhir Asta Kosala Kosali adalah keselarasan antara manusia, alam dan spiritual. Dalam Asta Kosala Kosali, arah utara dan timur merupakan arah terbaik, arah ini biasanya menjadi tempat untuk meletakan bangunan suci seperti area sembahyang. Arah selatan dan barat memiliki derajat yang lebih rendah dan biasanya digunakan untuk meletakkan bangunan kamar mandi , menjemur pakaian dan sejenisnya.

Dalam meletakan bangunan, masyarakat Ball juga memiliki aturan tersendiri yang dinamakan Tri Angga, terdiri dari 3 tingkatan yaitu Nista, Madya dan Utama. Nista merupakan tingkatan terendah yang melambangkan alam bawah dan nafsu, bagian belakang rumah merefleksikan tingkatan Nista Mandala. Madya melambangkan alam manusia, bagian rumah yang dikhususkan untuk penghuni rumah seperti kamar tidur, kamar keluarga merupakan bagian dari Madya Mandala. Utama melambangkan tingkatan tertinggi, bangunan sembahyang dan tempat suci di dalam rumah merupakan perlambangan dari Utama Mandala.

Ritual Sebelum Proses Pembangunan Rumah

Rumah Adat Bali Gapura Candi Bentar, Pedoman Pembangunan Rumah, Ritual, Fungsi, Ciri Khas, Kandungan Filosofi, Struktur dan Bahan Pembuatan
Ritual Sebelum Proses Pembangunan Rumah

Sebelum masuk dalam proses pebangunan rumah, ada serangkaian proses ritual yang dilakukan, mulai dari nyikut karang (pengukuran tanah), Caru Pengerukan karang (ritual memohon ijin kepada leluhur untuk membangun rumah), nasarin ( Ritual pemasangan batu pertama rumah), proses pengerjaan pembangunan rumah dan diakhiri dengan upacara syukuran atas selesainya rumah. Ritual terebut sudah menjadi tradisi dan budaya dari masyarakat Bali.

Fungsi Rumah Adat Bali

Rumah Adat Bali Gapura Candi Bentar, Pedoman Pembangunan Rumah, Ritual, Fungsi, Ciri Khas, Kandungan Filosofi, Struktur dan Bahan Pembuatan
Fungsi Rumah Adat Bali

Rumah adat Bali memiliki fungsi utama sebagai tempat tinggal, melindungi diri dari terik matahari, melindungi diri dari dinginnya udara, tempat bercengkrama antar anggota keluarga dan sebagai tempat sembahyang. Dewasa ini selain sebagai tempat tinggal dan tempat sembahyang, bangunan adat di Bali juga menjadi ikon budaya tradisional dari masyarakat Bali. Ribuan turis yang berkunjung ke Bali pun mengagumi keindahan bangunan adat Bali.

Ciri Khas Rumah Adat Bali

Rumah Adat Bali Gapura Candi Bentar, Pedoman Pembangunan Rumah, Ritual, Fungsi, Ciri Khas, Kandungan Filosofi, Struktur dan Bahan Pembuatan
Ciri Khas Rumah Adat Bali

Ciri khas utama dari rumah adat bali adalah adanya gapura yang ada di depan rumah. Gapura ini dinamakan Gapura Candi Bentar, dan memiliki ukiran motif seperti halnya ukiran di dinding sebuah candi.

Kandungan Filosofi Rumah Adat Bali

Rumah Adat Bali Gapura Candi Bentar, Pedoman Pembangunan Rumah, Ritual, Fungsi, Ciri Khas, Kandungan Filosofi, Struktur dan Bahan Pembuatan
Kandungan Filosofi Rumah Adat Bali

Rumah adat Bali mengandung filosofi keselarasan dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan lingkungan alam sekitar dan alam spiritual.

Baca Juga : Rumah Adat Papua Honai - Ciri Khas, Struktur, Fungsi, Kandungan Filosofis, dan Asal Usul Nama

Struktur Rumah Adat Bali

Rumah Adat Bali Gapura Candi Bentar, Pedoman Pembangunan Rumah, Ritual, Fungsi, Ciri Khas, Kandungan Filosofi, Struktur dan Bahan Pembuatan
Struktur Rumah Adat Bali

Orang yang merancang bangunan adat bali disebut Undagi. Para Undagi berpedoman pada Asta Kosala Kosali saat melakukan proses pembangunan. Satu bangunan adat Bali terdiri atas beberapa bagian, dengan masing masing bagian memiliki nama tersendiri.

  • Angkul - angkul

Angkul – angkul adalah gerbang masuk utama ke dalam rumah. Berbentuk seperti gapura dengan bagian atap yang menghubungkan satu gapura ke gapura lainnya, bagian atap angkul angkul terbuat dari Jerami.

  • Aling – aling

Aling aling merupakan tempok penghalang dengan tinggi sekitar satu setengah meter. Aling aling berfungsi untuk membatasi angkul angkul, tempat suci dan pekarangan rumah.

  • Pamerajan

Pamerajan merupakan tempat sembahyang bagi pemilik rumah, biasanya dibangun di sudut timur laut dari keseluruhan bangunan.

  • Bale Meten

Bale Meten adalah bangunan tempat tidur anak gadis atau kepala keluarga. Terletak di arah utara.

  • Bale Dauh

Bale Dauh merupakan bangunan yang dibuat untuk menerima tamu, dan tempat tidur anak muda, dibangun disudut barat. Bangunan Bale Dauh menggunakan tiang yang terbuat dari kayu.

  • Bale Sakepat

Bale Sakepat adalah bangunan minimalis yang dibuat dengan 4 buah tiang penyangga, bagian atap berbetuk limasan, dibangun di sudut selatan, digunakan sebagai tempat tidur anak, atau bersantai keluarga.

  • Bale Dangin

Bale Dangin merupakan bangunan yang dibuat untuk tempat upacara adat, tempat istirahat dan tempat tidur jika tidak sedang digunakan untuk upacara. Dibangun di arah timur.

  • Pawaregan

Pawaregan adalah bangunan yang difungsikan untuk memasak, terletak di arah selatan. Pawaregan terdiri atas dua area, yakni area terbuka tempat dimana terdapat tungku api, di area terbuka inilah proses masak memasak dilakukan serta area dalam yang memiliki fungsi utama sebagai tempat penyimpanan alat alat memasak.

  • Jineng

Jineng adalah bangunan yang difungsikan sebagai area penyimpanan beras. Terletak di arah tenggara. Atap Jineng terbuat dari bahan alam yakni alang - alang.

Bahan Pembuatan Rumah Adat Bali

Rumah Adat Bali Gapura Candi Bentar, Pedoman Pembangunan Rumah, Ritual, Fungsi, Ciri Khas, Kandungan Filosofi, Struktur dan Bahan Pembuatan
Bahan Pembuatan Rumah Adat Bali

Bahan utama bangunan tergantung pada kondisi ekonomi pemilik rumah. Pada umumnya masyarakat biasa membangun rumah menggunakan bahan tanah liat sedangkan masyarakat yang lebih mampu menggunakan batu bata merah. Bagian atap tempat pemujaan dan sembahyang biasanya dibuat dari bahan ijuk, genteng atau alang alang.

Demikianlah ulasan, Pedoman Pembangunan Rumah, Ritual, Fungsi, Ciri Khas, Kandungan Filosofi, Struktur dan Bahan Pembuatan Rumah Adat Bali Gapura Candi Bentar

Baca Juga